Blog
3 Manfaat Keutamaan Melakukan Tadarusan Di Bulan Ramadhan
Kita selalu mengidentikkan bulan suci Ramadhan dengan pemandangan indah di mana masjid dan surau ramai oleh lantunan ayat suci Al-Qur’an. Masyarakat akrab menyebut kegiatan ini dengan istilah tadarus, terutama pada malam hari setelah salat tarawih. Namun, apakah Anda sudah benar-benar memahami apa itu tadarus yang sesungguhnya? Apakah kegiatan ini hanya sekadar membaca bergantian, atau justru menyimpan makna yang lebih dalam?
Masyarakat seringkali salah paham dan menganggap tadarus sama persis dengan sekadar membaca (tilawah). Padahal, jika kita menelisik dari sisi bahasa dan istilah, tadarus memiliki bobot makna yang jauh lebih kaya. Kita perlu memahami esensi tadarus untuk mengubah cara kita berinteraksi dengan kitab suci, dari sekadar mengejar target khatam menjadi mengejar pemahaman yang mendalam.
Definisi dan Pengertian Apa Itu Tadarus Al-Qur’an
Secara etimologi, ahli bahasa mengambil kata “Tadarus” dari akar kata bahasa Arab darosa-yadrusu. Kata ini memiliki arti mempelajari, meneliti, mengkaji, dan mengambil pelajaran. Kemudian, tata bahasa Arab menambahkan huruf Ta’ di depannya (wazan tafa’ul), sehingga makna kata tersebut berkembang menjadi “saling”. Jadi, secara harfiah, kita bisa mengartikan tadarus sebagai kegiatan saling mempelajari atau saling mengkaji secara mendalam antara satu orang dengan orang lainnya.
Masyarakat Indonesia biasanya menggelar tadarus dalam bentuk majelis atau lingkaran (halaqah). Para peserta membaca Al-Qur’an secara bergantian. Saat satu orang membaca, orang yang lain bertugas menyimak dengan saksama. Mereka akan langsung membenarkan bacaan jika rekannya melakukan kesalahan tajwid atau makhraj. Praktik ini sangat sejalan dengan perintah Allah agar kita saling tolong-menolong dalam kebaikan.
Rasulullah SAW sangat menganjurkan amalan ini. Dalam sebuah hadits riwayat Imam Muslim dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: “Tidaklah berkumpul suatu kaum di salah satu rumah Allah (masjid) seraya membaca kitab Allah dan saling mempelajarinya (yatarosunahu) di antara mereka, kecuali turunlah ketenangan (sakinah) atas mereka, serta mereka diliputi rahmat, dikerumuni para malaikat dan disebut-sebut oleh Allah kepada para malaikat di hadapan-Nya.”
Etika Menggunakan Pengeras Suara Saat Tadarus
Pengurus masjid seringkali menggunakan pengeras suara (speaker) saat menggelar tadarus. Imam Al-Ghazali berpendapat bahwa membaca dengan suara keras memang lebih utama karena syiar dan manfaatnya bisa mengalir ke orang lain, asalkan pelakunya aman dari penyakit hati berupa riya’ (pamer). Namun, kita juga wajib memperhatikan kenyamanan lingkungan. Jika waktu sudah larut malam, sebaiknya gunakan pengeras suara dalam agar tidak mengganggu waktu istirahat warga sekitar. Inilah esensi adab membaca Alquran yang sesungguhnya, yaitu membawa kedamaian, bukan gangguan.
Perbedaan Mendasar Antara Tadarus dan Tilawah
Banyak orang menyamakan tadarus dengan tilawah, padahal keduanya memiliki perbedaan spesifik. Tilawah secara umum berarti membaca Al-Qur’an, baik sendirian maupun bersama-sama. Fokus utama tilawah biasanya hanya pada pelafalan huruf dan penyelesaian target bacaan (khatam).
Sementara itu, tadarus menuntut interaksi intelektual yang lebih dalam. Jika tilawah hanya berhenti pada lisan yang membaca, tadarus menuntut akal untuk berpikir dan hati untuk merenung. Kegiatan tadarus yang ideal seharusnya mencakup sesi bedah makna atau setidaknya saling mengoreksi bacaan. Melalui tadarus, seseorang tidak hanya lancar membaca, tetapi juga bisa menggali sejarah Alquran, hukum fiqih, akhlak, hingga janji dan peringatan Allah yang terkandung di dalamnya.
3 Keutamaan Dahsyat Tadarus Al-Qur’an di Bulan Ramadhan
Allah SWT memuliakan bulan Ramadhan salah satunya karena Dia menurunkan Al-Qur’an (Nuzulul Qur’an) di bulan ini. Oleh karena itu, menghidupkan malam Ramadhan dengan tadarus akan mendatangkan nilai pahala yang berlipat ganda. Berikut adalah 3 keutamaan utama yang Allah janjikan bagi para pegiat tadarus:
1. Dikumpulkan Bersama Malaikat yang Mulia
Setiap mukmin pasti mendambakan surga. Kabar gembiranya, orang yang menyibukkan diri dengan Al-Qur’an akan mendapatkan posisi VIP di akhirat kelak. Nabi Muhammad SAW bersabda: “Orang yang mahir membaca Al-Qur’an kelak (akan dikumpulkan) bersama para malaikat yang mulia lagi taat.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Bahkan, Allah tidak menyia-nyiakan mereka yang masih membaca dengan terbata-bata. Mereka tetap mendapatkan dua pahala: satu pahala membaca dan satu pahala atas kesabaran dalam usahanya. Ibnu Abbas r.a juga menceritakan bahwa Rasulullah adalah manusia yang paling dermawan. Kedermawanan beliau memuncak saat Jibril datang menemui beliau setiap malam di bulan Ramadhan untuk bertadarus Al-Qur’an.
2. Mendapatkan Syafaat (Pertolongan) di Hari Kiamat
Di hari pembalasan nanti, tidak ada satu pun teman atau harta yang bisa menolong kita, kecuali amal shaleh. Salah satu amal yang bisa menjelma menjadi pembela adalah Al-Qur’an. Tadarus yang kita lakukan di dunia akan bersaksi untuk meringankan hisab kita.
Rasulullah SAW bersabda dalam hadits riwayat Ahmad: “Puasa dan Al-Qur’an akan memberi syafaat pada seorang hamba di hari kiamat.” Al-Qur’an akan berkata kepada Allah: “Ya Tuhanku, karena aku, orang tersebut menahan tidak tidur di malam hari (untuk bertadarus). Berilah syafaat bagiku untuknya.” Maka Allah pun mengabulkan permohonan Al-Qur’an tersebut.
3. Turunnya Ketenangan (Sakinah) dan Rahmat
Pahala tadarus tidak hanya hadir dalam bentuk ganjaran di akhirat, tetapi juga berupa ketenangan jiwa yang bisa kita rasakan langsung di dunia. Seperti hadits yang telah kami sebutkan di awal, majelis tadarus adalah tempat turunnya Sakinah (ketenangan batin) dan Rahmat (kasih sayang Allah).
Di tengah hiruk-pikuk kehidupan dunia yang penuh stres, duduk melingkar membaca kalam Ilahi menjadi obat penawar jiwa yang paling ampuh. Selain itu, tadarus juga berfungsi sebagai perekat silaturahmi antar tetangga atau keluarga. Hubungan sosial yang renggang karena kesibukan kerja bisa kembali hangat dalam suasana religius majelis tadarus.
Hikmah dan Penutup
Kita menjadi sadar bahwa ibadah ini bukan sekadar rutinitas tahunan setelah mengetahui apa itu tadarus secara mendalam. Tadarus adalah sarana edukasi diri, pembersihan jiwa, dan penguat ikatan sosial umat Islam. Mari kita jadikan tadarus sebagai kebiasaan rutin, tidak hanya di bulan Ramadhan, tetapi juga di hari-hari biasa.
Anda perlu menggunakan mushaf yang mendukung agar kegiatan tadarus semakin nyaman dan khusyuk. Gema Risalah Press menyediakan berbagai pilihan mushaf berkualitas, mulai dari Al-Qur’an ukuran besar untuk di masjid hingga mushaf saku. Kami juga siap melayani kebutuhan wakaf Al-Qur’an untuk Anda salurkan ke pesantren atau masjid pelosok yang membutuhkan.


