Wawasan Al-Qur'an

11 Hadits Membaca Al Quran: Keutamaan, Syafaat, dan Pahala yang Berlimpah

Al-Qur’an sejatinya bukan sekadar bacaan biasa, melainkan pedoman hidup yang sarat akan mukjizat. Bagi setiap Muslim, berinteraksi dengan kitab suci ini adalah kebutuhan rohani yang mendasar. Bahkan, terdapat banyak sekali hadits membaca al quran yang menjelaskan betapa mulianya aktivitas ini di sisi Allah SWT.

Secara harfiah, kita dapat mengartikan hadits sebagai perkataan, percakapan, atau berbicara. Sementara itu, dalam terminologi Islam, hadits merupakan catatan pernyataan, perbuatan, dan ketetapan (taqrir) dari Nabi Muhammad SAW yang menjadi sumber hukum kedua setelah Al-Qur’an. Oleh karena itu, dengan memahami hadits-hadits ini, motivasi kita untuk terus bertilawah tentu akan semakin kuat.

Selanjutnya, jika Anda sedang mencari referensi mengenai keutamaan tadarus, berikut kami sajikan rangkuman lengkap 11 hadits shahih yang membahas tentang kemuliaan, syafaat, dan pahala membaca Al-Qur’an secara mendalam.

1. Hadits Membaca Al Quran dari Riwayat Abu Sa’id: Prioritas Dzikir

hadits membaca al quran riwayat abu said

Seringkali kita bertanya, manakah yang lebih utama, berdoa meminta sesuatu atau menyibukkan diri dengan membaca Al-Qur’an? Ternyata, sebuah Hadits Qudsi memberikan jawabannya dengan sangat indah.

Merujuk pada riwayat Abu Sa’id dari Nabi Muhammad SAW, Allah SWT berfirman:

“Siapa saja yang disibukkan oleh membaca Al-Qur’an, hingga tak sempat dzikir yang lain kepada-Ku dan meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberinya balasan terbaik orang-orang yang meminta. Ingatlah, keutamaan Al-Qur’an atas kalimat-kalimat yang lain seperti keutamaan Allah atas makhluk-Nya,” (HR. Al-Baihaqi).

Penjelasan: Melalui hadits di atas, kita dapat memahami bahwa Allah SWT sangat menghargai hamba-Nya yang “tenggelam” dalam kenikmatan membaca firman-Nya. Bahkan, Allah menjamin akan memenuhi kebutuhan hamba tersebut meski ia tidak sempat memintanya secara lisan. Hal ini terjadi karena Allah Maha Mengetahui isi hati orang yang mencintai Al-Qur’an.

2. Hadits Riwayat Abu Umamah al-Bahili: Syafaat di Hari Kiamat

hadits membaca al quran syafaat

Hari kiamat adalah hari di mana tidak ada pertolongan kecuali atas izin Allah. Akan tetapi, salah satu pemberi pertolongan (syafaat) yang Allah izinkan adalah Al-Qur’an itu sendiri.

Abu Umamah al-Bahili meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Bacalah Al-Qur’an. Sebab, ia akan datang memberikan syafaat pada hari Kiamat kepada pemilik (pembaca, pengamal)-nya,” (HR. Ahmad).

Hadits ini menunjukkan pentingnya konsistensi atau istiqomah. Akibatnya, Al-Qur’an akan datang sebagai “pembela” bagi sahabat-sahabatnya (orang yang rajin membacanya) tepat di saat manusia lain kebingungan mencari perlindungan.

3. Hadits Riwayat Abu Hurairah RA: Turunnya Ketenangan (Sakinah)

kisah abu hurairah hadits quran

Pernahkah Anda merasa hati gelisah? Jika iya, cobalah untuk berkumpul dalam majelis ilmu atau tadarus. Apa itu Alquran dan pengertiannya sebagai obat hati sangat terasa dampaknya dalam riwayat ini.

Abu Hurairah RA menuturkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Tiadalah berkumpul suatu kaum dalam baitullah (masjid) untuk membaca kitab Allah dan mempelajarinya, melainkan pasti turun kepada mereka ketenangan, diliputi rahmat, dikerumuni malaikat dan diingat Allah di depan makhluk yang di sisi-Nya.” (HR Muslim).

Hadits ini menegaskan bahwa majelis Al-Qur’an adalah tempat yang paling diberkahi. Selain malaikat akan menaungi mereka, hal yang paling istimewa adalah Allah akan menyebut-nyebut nama mereka dengan bangga di hadapan para malaikat-Nya.

4. Hadits Riwayat Abdullah bin Mas’ud: Pahala Per Huruf

hadits membaca al quran pahala per huruf

Salah satu berbagai pahala membaca kitab suci Alquran yang paling matematis dan menggiurkan adalah hitungan kebaikannya. Allah tidak mengganjar kita per ayat atau per surat, melainkan per huruf.

Abdullah bin Mas’ud RA meriwayatkan sabda Nabi Muhammad SAW:

“Al-Qur’an itu adalah jamuan dari Allah, karena itu terimalah jamuan ini semampumu… Bacalah ia, karena Allah akan memberimu pahala pada tiap-tiap huruf yang kamu baca sebanyak sepuluh hasanah (kebaikan), saya tidak mengatakan alif lam mim satu huruf, tapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf.”

Oleh sebab itu, bayangkan jika Anda membaca Surah Al-Fatihah atau Yasin setiap hari, berapa ribu kebaikan yang bisa Anda kumpulkan? Ini adalah “bisnis” dengan Allah yang tidak akan pernah merugi.

5. Hadits Riwayat Abdullah bin Umar RA: Kolaborasi Puasa dan Al-Qur’an

membaca alquran dan puasa

Terdapat hubungan yang sangat erat antara ibadah puasa dan tadarus, terutama di bulan Ramadhan. Nabi menggambarkan keduanya sebagai makhluk hidup yang bisa berbicara membela tuannya di akhirat kelak.

Abdullah bin Umar RA menyampaikan sabda Nabi SAW:

“Puasa dan Al-Qur’an memberi syafaat kepada hamba pada hari kiamat. Puasa berkata, ‘Wahai Tuhanku, aku telah menghalanginya makan dan minum dan memenuhi syahwatnya pada siang hari, maka perkenankanlah aku memberi syafaat baginya.’ Dan Al-Qur’an pun berkata, ‘Aku telah menghalanginya tidur pada malam hari maka perkenankanlah aku memberi syafaat baginya,’ lalu syafaat keduanya diterima Allah.” (HR Ahmad).

Dengan demikian, menghidupkan malam dengan Qiyamul Lail dan tilawah adalah hal yang sangat kami anjurkan agar kita mendapatkan pembelaan ganda di Yaumil Hisab.

6. Hadits Riwayat Utsman bin Affan RA: Manusia Terbaik

belajar membaca alquran

Mungkin kita sering mengukur standar kesuksesan atau predikat “terbaik” dari harta atau jabatan. Padahal, standar “terbaik” di mata Rasulullah SAW sangatlah sederhana namun mulia.

Merujuk pada riwayat Utsman bin Affan RA, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Sebaik-baik kamu ialah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Hadits ini tentu memotivasi kita untuk tidak berhenti belajar. Selain itu, setelah mahir, kewajiban kita adalah mengajarkannya, minimal kepada keluarga sendiri. Mengajarkan anak mengaji Alquran sejak dini adalah implementasi nyata dari hadits ini.

7. Hadits Riwayat Aisyah RA: Dua Pahala bagi yang Terbata-bata

hadits aisyah tentang quran

Banyak orang merasa malu membaca Al-Qur’an karena belum lancar. Meskipun demikian, Islam sangat menghargai proses usaha (ikhtiar). Oleh karena itu, jangan biarkan rasa malu menghalangi Anda untuk belajar.

Nabi SAW bersabda menurut riwayat Aisyah RA:

“Orang yang mahir membaca Al-Qur’an disertai malaikat Allah yang mulia lagi baik-baik, sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an dengan tergagap-gagap (karena belum pandai) lagi sangat payah membacanya maka ia memperoleh dua pahala,” (HR Bukhari dan Muslim).

Dua pahala tersebut adalah: pahala membaca Al-Qur’an itu sendiri dan pahala atas kesungguhannya (effort) dalam mengatasi kesulitan. Jadi, tetaplah semangat belajar!

8. Hadits Riwayat Utsman bin Abdullah: Hafalan vs Mushaf

hadits membaca al quran melihat mushaf

Membaca dengan hafalan dan membaca dengan melihat mushaf memiliki keutamaannya masing-masing. Selanjutnya, bagi Anda yang ingin tahu lebih dalam tentang manfaat menjadi penghafal Alquran, hadits ini bisa menjadi pencerahan.

Utsman bin Abdullah bin Aus ats Tsaqafi RA menukil sabda Nabi Muhammad SAW:

“Bacaan Al-Qur’an seseorang tanpa melihat mushaf adalah seribu derajat (pahalanya), dan bacaannya dengan melihat mushaf adalah dilipatkan sampai dua ribu derajat,” (HR. Baihaqi-Sya’abul Iman).

Meskipun sebagian ulama memperbincangkan derajat hadits ini, intisarinya adalah anjuran untuk memperbanyak interaksi dengan mushaf. Melihat huruf-huruf Al-Qur’an saja Allah sudah menilainya sebagai ibadah, apalagi jika kita membacanya dengan tartil.

9. Hadits Riwayat Uqbah bin Amir RA: Perisai dari Api Neraka

alquran pelindung neraka

Al-Qur’an adalah kalamullah yang suci. Kehinaan azab neraka tentu tidak akan mampu menyentuh kesuciannya.

Dari Uqbah bin Amir RA, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Jika Al-Qur’an dijadikan ke dalam kulit kemudian dilemparkan ke dalam api, niscaya tidak akan terbakar,” (HR. Ad-Darimi).

Para ulama menafsirkan hadits ini dengan dua makna. Pertama, makna tekstual tentang mukjizat fisik mushaf. Kedua, makna majazi bahwa api neraka tidak akan menyentuh kulit atau tubuh orang mukmin yang di dalamnya “bersemayam” Al-Qur’an (dihafal dan diamalkan).

10. Hadits Riwayat Abu Hurairah RA: Harta yang Paling Berharga

alquran harta berharga

Seringkali kita tergiur dengan kekayaan duniawi. Sebaliknya, Nabi SAW memberikan perumpamaan yang menarik untuk membandingkan harta dunia dengan ayat Al-Qur’an.

Abu Hurairah RA menyampaikan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Sukakah salah seorang di antara kalian apabila kembali ke rumahnya mendapati tiga ekor unta betina yang hamil dan gemuk?” Kami menjawab, “Tentu kami menyukainya.” Kemudian Rasulullah bersabda, “Tiga potong ayat yang kamu baca dalam shalat adalah lebih utama daripada tiga ekor unta betina yang hamil dan gemuk,” (HR Muslim).

Di masa itu, unta betina yang hamil dan gemuk adalah aset kekayaan tertinggi (seperti mobil mewah di zaman sekarang). Hadits ini mengajarkan kita untuk mengubah orientasi nilai, bahwa 3 ayat Al-Qur’an jauh lebih “mahal” daripada aset duniawi terbaik sekalipun.

11. Hadits Riwayat Abu Musa al Asy’ari RA: Perumpamaan Mukmin

hadits membaca al quran perumpamaan buah

Kualitas seorang Muslim bisa kita lihat dari interaksinya dengan Al-Qur’an. Dalam hal ini, Nabi membuat analogi yang indah menggunakan buah-buahan.

Abu Musa al Asy’ari RA meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al-Qur’an bagaikan buah limau (utrujjah), baunya harum dan rasanya lezat. Sedangkan perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Al-Qur’an bagaikan kurma, tidak berbau tapi lezat rasanya,” (HR Bukhari dan Muslim).

Oleh karena itu, jadilah seperti buah Utrujjah, yang tidak hanya baik di dalam (beriman) tapi juga menebarkan keharuman keluar melalui bacaan Al-Qur’an yang menyejukkan orang lain.

Hikmah dan Intisari Pembahasan

Akhirnya, kita menyadari bahwa membaca Al-Qur’an bukan sekadar rutinitas lisan, melainkan sebuah investasi abadi. Keuntungannya akan kita petik di dunia berupa ketenangan jiwa, dan di akhirat berupa syafaat serta kedudukan yang tinggi di surga.

Oleh sebab itu, kita wajib memperhatikan adab sebelum memulai dan ketika membaca Alquran agar keberkahan ilmu yang kita dapatkan semakin maksimal. Selain itu, jangan lupa untuk melakukan tadabbur Al-Quran, yaitu merenungi maknanya, bukan hanya mengejar target khatam semata.

Semoga 11 hadits membaca Al Quran di atas dapat menjadi bahan bakar semangat bagi Anda untuk semakin mencintai Kalamullah. Mari jadikan hari-hari kita lebih bercahaya dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *