Blog
Pengertian Hadist dan Klasifikasi Tingkatannya Serta Klasifikasi Kualitas Sanad
Pengertian hadist dan tingkatannya merujuk pada segala perkataan, perbuatan, dan ketetapan yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW, beserta pembagian taksonomi sanadnya. Memahami tingkatan hadits mutawatir dan ahad, serta klasifikasi hadis shahih hasan dhoif, merupakan fondasi mutlak untuk memverifikasi keabsahan dalil dalam syariat Islam.
Memahami Esensi As-Sunnah dan Hadits

Sebelum mendalami pembagian hadits dan contohnya, Anda perlu memisahkan kerancuan antara As-Sunnah dan hadits. Secara terminologi, As-Sunnah adalah tradisi dan ketetapan hukum yang hidup serta dipraktikkan secara berkesinambungan di masa Rasulullah SAW. Sementara itu, hadits adalah medium tekstual atau berita tertulis yang merekam jejak sejarah tradisi tersebut. Untuk membangun pemahaman dasar, Kami menyarankan Anda membaca apa itu as sunnah terlebih dahulu.
Makna etimologi kata ini berakar dari al-jadid (sesuatu yang baru) dan al-khabar (berita). Teks-teks riwayat ini memiliki fungsi sentral sebagai penjelas (mubayyin) terhadap ayat-ayat suci, sehingga Anda juga wajib menelaah eratnya hubungan alquran dengan hadis.
Tiga Komponen Fundamental dalam Struktur Hadits

Sebuah narasi teks tidak dapat dikategorikan sah tanpa melewati pembedahan struktural. Ulama ahli menetapkan tiga komponen penentu integritas riwayat:
- Sanad: Rantai silsilah para perawi yang menghubungkan sebuah teks antargenerasi hingga berujung kepada Rasulullah SAW.
- Matan: Substansi isi atau redaksi dari berita yang disampaikan pada penghujung sanad tersebut.
- Mukharrij: Ulama tingkat akhir (seperti Imam Bukhari) yang menghimpun riwayat ke dalam kitab kompilasi resmi.
Tingkatan Hadits Mutawatir dan Ahad Berdasarkan Kuantitasnya

Berdasarkan jumlah kumulatif penyampai berita di setiap generasi (thabaqah), ulama membaginya menjadi dua kategori besar yang berdampak pada kepastian epistemologis.
1. Kedudukan Hadits Mutawatir
Mutawatir menempati hierarki kepastian tertinggi karena diriwayatkan oleh kelompok individu yang sangat masif di setiap lapis generasinya. Akal sehat memastikan kemustahilan bagi mereka untuk bersepakat merangkai kebohongan kolektif. Kedudukannya menghasilkan kepastian absolut (Yaqin) dan mutlak digunakan sebagai landasan rumusan akidah atau teologi Islam.
2. Kedudukan Hadits Ahad
Hadits ahad adalah riwayat yang jumlah perawinya tidak mencapai ambang batas kemutawatiran. Menariknya, mayoritas dalil hukum fiqih operasional sehari-hari justru bersumber dari kategori ini yang menghasilkan prasangka kuat (Dzan). Hadits ahad dibedah kembali menjadi tiga spesifikasi:
- Masyhur: Minimal diriwayatkan oleh tiga perawi di setiap tingkatannya.
- Aziz: Minimal diriwayatkan oleh dua orang perawi pada salah satu fase sejarahnya.
- Gharib: Diriwayatkan secara terisolasi atau menyendiri oleh satu perawi pada generasi tertentu.
Klasifikasi Hadis Shahih Hasan Dhoif Berdasarkan Kualitas

Kajian paling krusial berpusat pada evaluasi kritik sanad untuk menyaring keabsahan sebuah riwayat sebelum dijadikan landasan beramal.
Lima Syarat Mutlak Hadits Shahih
Berada di strata tertinggi, riwayat ini diakui validitasnya secara aklamasi. Syarat hadits shahih mewajibkan terpenuhinya lima kriteria ketat tanpa kompromi:
- Ittishal as-Sanad: Ketersambungan sanad tanpa ada satupun mata rantai yang terputus.
- ‘Adalah: Keadilan perawi yang konsisten menjauhi dosa dan menjaga muruah (etika sosial).
- Dhabt: Kekuatan hafalan yang presisi terhadap apa yang didengarnya.
- Ketiadaan Syadz: Narasi tidak bertentangan dengan riwayat perawi lain yang jauh lebih kuat.
- Ketiadaan ‘Illat: Bersih dari cacat tersembunyi yang merusak kualitas validitas riwayat.
Perlu diketahui perbedaan hadits shahih lidzatihi dan lighairihi. Shahih Lidzatihi meraih kesempurnaan murni berkat kualitas intrinsik sanadnya sendiri. Sementara Shahih Lighairihi asalnya merupakan riwayat hasan yang naik derajat karena disokong oleh jalur sanad lain yang setara atau lebih kuat.
Kedudukan Hadits Hasan
Riwayat ini sah dijadikan landasan dalil fiqih dan hukum syariat. Syarat strukturalnya identik dengan kriteria shahih, namun ulama memberikan toleransi pada aspek kedhabitan (kekuatan memori) perawi yang dinilai sedikit lebih rendah.
Kedudukan Hadits Dhaif Fadhailul Amal
Hadits dhaif (lemah) gagal memenuhi standar shahih maupun hasan akibat sanad terputus (seperti Mursal atau Mu’allaq) atau adanya cacat intelektual pada perawi. Mayoritas ulama mengharamkan penggunaannya untuk merumuskan hukum halal-haram dan akidah.
Namun, tokoh moderat seperti Imam Nawawi membolehkan penggunaannya khusus untuk kedudukan hadits dhaif fadhailul amal (keutamaan ekstra beribadah), dengan syarat kelemahannya tidak parah, sejalan dengan dalil sahih, dan tidak diyakini mutlak sebagai sabda Nabi Muhammad SAW.
Hadits Maudhu (Palsu)
Strata ini merujuk pada narasi bohong yang sengaja direkayasa demi ambisi politik atau sekte tertentu. Diharamkan mutlak untuk disebarkan kecuali dengan niat edukasi membongkar kepalsuannya kepada publik.
Rujukan Kitab Klasik dan Verifikasi Literasi Digital

Fondasi klasifikasi ini diwariskan melalui literatur agung para ulama terdahulu, seperti mahakarya Muqaddimah Ibnu Ash-Shalah, serta musthalah hadits manzhumah baiquniyah yang berisi bait puisi kaidah hafalan sanad. Di era digital saat ini, umat Islam tidak dibiarkan berjuang sendiri melawan hoaks keagamaan.
Kementerian Agama (Kemenag) melalui Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) hadir sebagai perisai regulasi berdasarkan Peraturan Menteri Agama Nomor 44 Tahun 2016. Anda kini dapat memverifikasi keabsahan literatur melalui Portal Resmi LPMQ Kemenag atau aplikasi resmi ELIPSKI dan Lidwa Pusaka yang mendemokratisasi akses terhadap ribuan pustaka sahih.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ) Tentang Hadits dan Klasifikasinya

Berikut adalah jawaban ringkas atas beberapa pertanyaan yang paling sering diajukan masyarakat mengenai klasifikasi dan validitas pengamalan ajaran Nabi Muhammad SAW dalam keseharian.
Apa perbedaan mendasar antara hadits mutawatir dan ahad?
Perbedaannya murni terletak pada kuantitas perawi. Hadits mutawatir diriwayatkan oleh massa yang sangat masif di setiap zaman sehingga mustahil mereka berbohong, menghasilkan kepastian mutlak (Yaqin). Sementara itu, hadits ahad diriwayatkan oleh jumlah orang yang lebih sedikit, sehingga menghasilkan level kebenaran berupa prasangka kuat (Dzan) yang menjadi dasar utama hukum fiqih.
Bolehkah kita mengamalkan hadits dhaif dalam kehidupan sehari-hari?
Hukum Islam mengharamkan penggunaan riwayat lemah untuk menetapkan vonis halal-haram atau urusan akidah fundamental. Namun, ulama moderat membolehkan penggunaannya sebatas untuk Fadhailul A’mal (motivasi keutamaan amal) dengan syarat cacat sanadnya tidak fatal dan amalannya tetap bernaung di bawah dalil Al-Qur’an atau hadits sahih.
Apa yang membedakan hadits shahih lidzatihi dan lighairihi?
Shahih Lidzatihi meraih predikat sempurna berkat kualitas intrinsik hafalan dan sanadnya sendiri tanpa perlu bantuan pihak luar. Sebaliknya, Shahih Lighairihi asalnya adalah riwayat hasan yang kualitasnya berhasil naik pangkat menjadi shahih karena kekurangan minornya ditambal oleh jalur periwayatan lain yang sama validnya.
Layanan Pengadaan Literatur Al-Qur’an Tepercaya

Setelah menelaah urgensi kedudukan sanad dan literatur yang sahih, memastikan ketersediaan mushaf ibadah yang kredibel di lingkungan Anda adalah langkah nyata. Gemarisalah siap memfasilitasi kebutuhan korporasi maupun ritel dengan koleksi Al-Qur’an bersertifikasi standar Kemenag RI. Silakan jelajahi katalog toko alquran Kami, atau pesan edisi khusus al quran terjemah per kata untuk membantu proses tadabbur makna ayat-ayat suci dengan lebih presisi.
| No | Nama Produk Pilihan | Keterangan & Spesifikasi | Link Kunjungan |
|---|---|---|---|
| 1 | Al-Quran Al Jabbar A5 Terjemah Transliterasi Latin | Mushaf Utsmani premium yang dilengkapi panduan transliterasi latin dan terjemahan standar untuk kemudahan tadabbur. | Lihat Produk |
| 2 | Quran Tajwid Warna Ukuran A5 An Nuha | Desain Rasm Utsmani dengan metode tajwid blok warna untuk memastikan presisi pembacaan hukum bacaan. | Lihat Produk |
| 3 | Alquran Terjemah Latin Per Kata Waqaf Ibtida Al Khalid A4 | Ukuran besar (A4) yang ideal bagi instansi pendidikan, dilengkapi fitur waqaf ibtida (panduan titik henti). | Lihat Produk |
*Catatan: Ketersediaan stok dan harga penawaran produk cetakan Gemarisalah dapat berubah sewaktu-waktu sesuai estimasi bahan baku. Hubungi admin untuk mendapatkan informasi terbaru.
