Blog
14 Keutamaan Membaca Alquran Bagi Umat Muslim
Setiap umat Muslim tentu saja mendambakan kehidupan yang berkah dan hati yang tenang. Namun, tahukah Anda bahwa kunci utama dari semua itu terletak pada interaksi kita dengan kitab suci? Oleh karena itu, mengetahui apa saja keutamaan membaca Alquran merupakan langkah awal yang krusial untuk memotivasi diri agar istiqomah dalam berinteraksi dengan wahyu Allah ini. Faktanya, Al-Qur’an bukan sekadar bacaan biasa, melainkan kalam Ilahi yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman hidup (way of life) bagi seluruh umat manusia.
Saat Anda meluangkan waktu untuk membaca lembar demi lembar ayat suci, sesungguhnya Anda sedang menabung pahala yang tak terhingga. Bahkan, Rasulullah SAW menegaskan bahwa aktivitas ini merupakan ibadah yang paling utama. Hal ini sesuai dengan sabda beliau: “Sebaik-baiknya ibadah umatku adalah membaca Alquran.” (HR. Baihaqi). Lantas, apa saja “bonus” luar biasa yang Allah janjikan bagi para pecintanya? Berikut adalah uraian mendalam mengenai 14 keutamaan membaca kitab suci Al-Qur’an yang wajib Anda ketahui:
1. Mulianya Orang yang Mempelajari dan Mengajarkan Alquran

Pertama-tama, salah satu predikat tertinggi bagi seorang Muslim adalah ketika ia menyibukkan diri dengan Al-Qur’an. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari). Kitab suci ini merupakan petunjuk mutlak bagi orang-orang yang bertakwa. Oleh sebab itu, kita wajib mempelajarinya dengan sungguh-sungguh, tidak hanya sekadar bisa membaca.
Di samping itu, Anda sebaiknya tidak hanya berhenti pada membaca teks Arabnya saja. Mulailah mempelajari tahsin dan tajwid agar bacaan Anda benar dan tartil. Selanjutnya, pelajarilah kandungan tafsirnya untuk memahami hukum-hukum Islam, perintah, dan larangan-Nya. Dengan demikian, ketika mengajarkan satu ayat saja kepada orang lain, Anda telah turut serta mensyiarkan ajaran Islam dan memanen pahala jariyah yang tidak terputus.
2. Kemuliaan Bagi Penghafal Alquran di Dunia dan Akhirat

Allah menjanjikan posisi yang sangat istimewa bagi mereka yang menjaga Al-Qur’an dalam dadanya. Bagi Anda yang mahir membacanya, malaikat yang mulia tentu akan menyertai Anda. Sebaliknya, bagi Anda yang masih terbata-bata namun terus berusaha, Allah menyiapkan dua pahala sekaligus, yaitu pahala membaca dan pahala atas usaha kerasnya.
Bahkan, lebih dahsyat lagi bagi para penghafal Al-Qur’an (Hafidz/Hafidzah). Al-Qur’an akan menjadi penolong utamanya di hari kiamat. Selain itu, seorang penghafal Al-Qur’an memiliki hak istimewa (privilege) untuk memakaikan mahkota cahaya kepada kedua orang tuanya di akhirat kelak. Jika Anda ingin meraih keutamaan ini, Anda bisa memulai hafalan dengan menggunakan Al-Qur’an Hafalan Al Mumtaz yang dirancang khusus untuk mempermudah proses murajaah.
3. Limpahan Pahala yang Berlipat Ganda

Sebenarnya, ini adalah matematika Ilahi yang sangat menguntungkan. Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa saja yang membaca satu huruf dari Kitabullah, maka baginya satu kebaikan. Selanjutnya, satu kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan. Beliau menegaskan: “Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf.” (HR. Tirmidzi).
Coba bayangkan jika Anda membaca satu halaman atau satu juz setiap hari. Berapa juta kebaikan yang akan memenuhi catatan amal Anda? Oleh karena itu, umat Muslim sangat dianjurkan untuk rutin tilawah agar pundi-pundi pahalanya terus bertambah sebagai bekal menghadap Sang Khaliq.
4. Alquran Memberi Syafaat (Pertolongan) di Hari Kiamat

Tentu saja, hari kiamat adalah hari yang sangat menakutkan, di mana tidak ada pertolongan kecuali dari Allah. Kendati demikian, ada kabar gembira bagi sahabat Al-Qur’an. Rasulullah SAW bersabda: “Bacalah Al-Qur’an, sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat memberi syafaat bagi pengamalnya.” (HR. Muslim).
Nantinya, mushaf yang sering Anda baca di dunia akan “hidup” dan membela Anda di hadapan Allah. Ia akan memohon agar Anda diampuni dan dimasukkan ke dalam surga. Sungguh, tidak akan rugi orang yang menyibukkan waktunya bersama Al-Qur’an, karena pada akhirnya ia sedang mempersiapkan pengacara terbaik untuk pengadilan akhirat.
5. Obat Penenteram Hati dan Jiwa

Apakah Anda sering merasa gelisah, cemas, atau stres dengan beban hidup? Jika iya, maka obat terbaiknya bukanlah hiburan duniawi, melainkan kembali kepada Al-Qur’an. Allah berfirman dalam QS. Ar-Ra’d ayat 28: “Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.”
Faktanya, membaca Al-Qur’an adalah bentuk dzikir tertinggi. Alunan ayat suci mampu menjadi terapi (Asy-Syifa) bagi penyakit hati. Di dalamnya terdapat solusi atas berbagai kesulitan hidup, mulai dari manajemen emosi, keharmonisan rumah tangga, hingga adab bermasyarakat. Singkatnya, semuanya telah Allah atur dengan sempurna.
6. Hati yang Bercahaya dan Wajah yang Berseri

Ibarat rumah kosong yang tidak berpenghuni, begitulah hati orang yang tidak ada hafalan Al-Qur’an di dalamnya. Sebaliknya, bagi Anda yang rajin membacanya, Allah akan mengaruniakan hati yang bercahaya. Kemudian, cahaya iman ini akan memantul ke wajah, memberikan aura ketenangan dan kesejukan yang bisa dirasakan oleh orang-orang di sekitar Anda. Bahkan, rumah yang sering terdengar lantunan ayat suci pun akan terasa lapang dan dijauhi oleh gangguan setan.
7. Kedudukan Tinggi di Surga Sesuai Banyaknya Bacaan

Tahukah Anda bahwa tingkatan surga seseorang ditentukan oleh seberapa banyak ia berinteraksi dengan Al-Qur’an? Kelak di akhirat, akan dikatakan kepada penghafal Al-Qur’an: “Bacalah dan naiklah (ke derajat yang lebih tinggi), serta tartilkanlah sebagaimana engkau mentartilkannya di dunia. Sesungguhnya kedudukanmu berada pada akhir ayat yang engkau baca.” (HR. Abu Daud).
Jadi, semakin banyak ayat yang Anda baca, hafal, dan amalkan, maka semakin tinggi pula “lantai” surga yang akan Anda tempati. Hal ini tentu menjadi motivasi terbesar untuk terus menambah hafalan dan memperbaiki kualitas bacaan kita setiap hari.
8. Pahala Setara dengan Bersedekah

Membaca Al-Qur’an memiliki nilai yang sejajar dengan ibadah maliyah (harta). Nabi Muhammad SAW bersabda: “Orang yang membaca Alquran terang-terangan seperti orang yang bersedekah terang-terangan, orang yang membaca Alquran secara tersembunyi seperti orang yang bersedekah secara sembunyi,” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasa’i).
Baik Anda membacanya dengan suara jahr (keras) untuk syiar, maupun sirr (pelan) untuk kekhusyukan, keduanya tetap mendatangkan pahala besar. Akibatnya, semakin sering Anda membaca, semakin kaya “rekening” pahala sedekah Anda di sisi Allah.
9. Cahaya Petunjuk (Al-Furqan) dalam Kehidupan

Dunia ini penuh dengan tipu daya dan syubhat. Tanpa pegangan yang kuat, manusia mudah tersesat. Oleh karena itu, Al-Qur’an berfungsi sebagai Al-Furqan (Pembeda) antara yang hak dan yang batil. Di dalamnya terdapat peta jalan kehidupan yang jelas. Orang yang rajin membaca dan mentadaburi maknanya tentu akan memiliki visi hidup yang tajam. Ia tidak akan mudah terombang-ambing oleh fitnah zaman karena Allah telah memberinya cahaya petunjuk melalui ayat-ayat-Nya.
10. Menjadi Bagian dari Keluarga Allah (Ahlullah)

Siapa yang tidak ingin diakui sebagai “keluarga” oleh Sang Pencipta alam semesta? Adapun kehormatan ini Allah berikan khusus kepada para Ahlul Qur’an. Dalam sebuah hadits riwayat Ahmad dan Ibnu Majah, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa sesungguhnya Allah mempunyai keluarga dari kalangan manusia. Ketika sahabat bertanya siapa mereka, Rasul menjawab: “Mereka adalah Ahlul Qur’an, mereka adalah keluarga Allah, dan orang-orang khusus-Nya.”
11. Pahala Ganda Bagi yang Terbata-bata

Kendati demikian, jangan pernah merasa minder jika lidah Anda masih kaku dalam melafalkan ayat suci. Islam sangat menghargai proses. Pahala membaca Al-Qur’an tidak hanya monopoli mereka yang sudah fasih (mahir). Justru, Nabi SAW memberikan apresiasi lebih kepada Anda yang masih terbata-bata namun tetap berjuang membacanya.
Kesulitan yang Anda rasakan saat mengeja huruf demi huruf dihitung sebagai pahala jihad melawan kemalasan. Sebagai solusi untuk membantu proses belajar, Anda bisa menggunakan Alquran ukuran besar dengan font yang jelas agar mata tidak cepat lelah dan huruf terlihat lebih nyata.
12. Balasan Terbaik Melebihi Permintaan

Pada akhirnya, dalam sebuah hadits Qudsi, Allah berfirman: “Siapa yang disibukkan oleh Al-Qur’an dan berdzikir kepada-Ku sehingga tidak sempat meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberikan kepadanya yang lebih utama daripada yang Aku berikan kepada orang-orang yang meminta.” (HR. Tirmidzi). Ini adalah jaminan bahwa Allah akan mencukupkan segala kebutuhan hamba-Nya yang memprioritaskan Al-Qur’an di atas segalanya.
13. Perniagaan yang Tidak Akan Pernah Rugi

Berbisnis dengan manusia ada kalanya untung dan rugi. Sebaliknya, berbisnis dengan Allah melalui Al-Qur’an adalah garansi keuntungan 100%. Allah berfirman dalam Surah Fathir ayat 29-30, bahwa orang-orang yang membaca Kitab Allah, mendirikan shalat, dan menafkahkan rezekinya, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi. Allah akan menyempurnakan pahala mereka dan menambah karunia-Nya. Keuntungan ini tidak hanya berupa materi dunia, tetapi juga ketenangan batin yang tak ternilai harganya.
14. Alquran Mengangkat Derajat Kaum

Sejarah membuktikan bahwa umat Islam mencapai masa keemasan ketika mereka berpegang teguh pada Al-Qur’an. Umar bin Khattab r.a. pernah berkata: “Sesungguhnya Allah mengangkat derajat suatu kaum dengan Kitab ini (Al-Qur’an) dan merendahkan kaum yang lain dengannya (karena meninggalkannya).” (HR. Muslim).
Oleh karena itu, jika kita ingin hidup mulia, sukses, dan bermartabat, maka kuncinya adalah kembali kepada Al-Qur’an. Membaca, mempelajari, dan mengamalkannya akan menjadikan hidup kita lebih terarah, tenang, dan penuh keberkahan baik di dunia maupun akhirat.
Bagi Anda yang ingin memulai rutinitas membaca Al-Qur’an dengan lebih khusyuk, Gema Risalah menyediakan berbagai pilihan mushaf yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Mulai dari Al-Qur’an hafalan, terjemah per kata, hingga mushaf wakaf. Kami adalah percetakan Alquran yang berkomitmen menyebarkan cahaya Al-Qur’an ke seluruh penjuru negeri. Mari jadikan hari ini sebagai titik awal untuk lebih dekat dengan Kitabullah.