Produk dan Layanan Gemarisalah

Memahami Urutan Surah Alquran: Dari Sejarah Tartib hingga Klasifikasi Ayat

Cetak Alquran dari Gema Risalah dan Urutan Surah Alquran

Al-Qur’an merupakan kitab suci penyempurna yang Allah SWT turunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman abadi bagi seluruh umat manusia. Di dalamnya, Allah menyusun firman-Nya ke dalam struktur yang rapi, mulai dari pembagian juz, surat, hingga ayat. Bagi seorang Muslim, mengetahui bagaimana Urutan Surah Alquran tersusun bukan sekadar wawasan sejarah, melainkan bagian dari upaya mengimani kemurnian kitab suci tersebut. Susunan yang kita lihat hari ini dalam Mushaf Utsmani menyimpan rahasia ilahi dan mukjizat yang luar biasa.

Membaca Al-Qur’an secara berurutan (khatam) dari Al-Fatihah hingga An-Naas akan mendatangkan pahala dan kebaikan yang berlipat ganda. Oleh karena itu, jika Anda masih terbata-bata, jangan ragu untuk terus belajar. Saat ini, Gema Risalah menyediakan berbagai fasilitas mushaf yang dapat memandu Anda, mulai dari Mushaf Utsmani standar hingga Al-Qur’an dengan panduan tajwid warna yang memudahkan proses tilawah.

Sejarah dan Pandangan Ulama Mengenai Urutan Surah Alquran

Ilustrasi susunan daftar surat dalam Alquran Mushaf Utsmani
Ilustrasi: Daftar urutan surah dalam Mushaf Standar Utsmani.

Secara total, Al-Qur’an terdiri dari 114 surat dan kurang lebih 6.236 ayat. Surat Al-Fatihah menjadi pembuka (Mukadimah), sedangkan Surat An-Naas menjadi penutup. Namun, pernahkah Anda bertanya mengapa urutan surat dalam mushaf tidak sesuai dengan urutan waktu turunnya wahyu (kronologis)?

Para ulama tafsir dan Ulumul Quran memiliki pembahasan mendalam mengenai hal ini. Secara garis besar, terdapat tiga pendapat utama mengenai status urutan surat (Tartib as-Suwar) dalam Al-Qur’an:

1. Pendapat Tauqifi (Petunjuk Langsung Nabi)

Mayoritas ulama (Jumhur), termasuk Imam Al-Kirmani dan Imam As-Suyuthi, berpendapat bahwa urutan surat adalah Tauqifi. Artinya, Nabi Muhammad SAW sendiri yang mengatur letak setiap surat atas bimbingan langsung dari Malaikat Jibril. Nabi tidak akan meletakkan satu surat pun kecuali atas perintah wahyu. Oleh karena itu, kita wajib mengikuti urutan ini saat membaca (tilawah) atau mencetak mushaf.

2. Pendapat Ijtihadi (Upaya Sahabat)

Sebagian kecil ulama berpendapat bahwa urutan surat merupakan hasil Ijtihad para sahabat Nabi, terutama pada masa kodifikasi di era Khalifah Utsman bin Affan (Mushaf Utsmani). Pendukung pendapat ini berargumen bahwa mushaf para sahabat sebelum masa Utsman memiliki urutan yang berbeda-beda. Misalnya, Mushaf Ibnu Mas’ud yang urutannya berbeda dengan Mushaf Ubay bin Ka’ab.

3. Pendapat Kombinasi (Tauqifi dan Ijtihadi)

Pendapat ketiga mencoba menengahi keduanya. Mereka meyakini bahwa sebagian besar urutan surat bersifat Tauqifi (ditetapkan Nabi), namun ada sebagian kecil surat yang urutannya merupakan hasil ijtihad sahabat. Meskipun demikian, umat Islam hari ini telah sepakat (Ijma’) untuk menggunakan urutan Mushaf Utsmani sebagai standar baku di seluruh dunia.

Klasifikasi Pembagian Surat dalam Alquran

Bagan pembagian klasifikasi surat dalam Alquran

Selain pembagian berdasarkan tempat turunnya (Makkiyah dan Madaniyah), Rasulullah SAW juga mengenalkan pengelompokan surat berdasarkan panjang pendeknya. Hal ini bertujuan untuk memudahkan para sahabat dalam menghafal dan mempelajari isi kandungan Alquran. Berikut adalah empat klasifikasi utama surat dalam Al-Qur’an:

1. As-Sab’u Ath-Thiwal (Tujuh Surat Panjang)

Kelompok ini berisi tujuh surat terpanjang yang letaknya berada di awal mushaf setelah Al-Fatihah. Surat-surat tersebut meliputi Al-Baqarah, Ali Imran, An-Nisa’, Al-Maidah, Al-An’am, Al-A’raf, dan At-Taubah (sebagian ulama menggabungkan Al-Anfal dan At-Taubah atau memasukkan Yunus). Rasulullah menyebutkan bahwa siapa yang mengambil (menghafal) tujuh surat panjang ini, maka ia adalah seorang ulama (orang yang berilmu).

2. Al-Mi’in (Seratusan Ayat)

Kelompok kedua adalah Al-Mi’in, yaitu kumpulan surat yang jumlah ayatnya mencapai seratus atau lebih (namun lebih pendek dari Ath-Thiwal). Contoh surat yang masuk dalam kategori ini adalah Surat Yunus, Hud, Yusuf, Al-Isra, hingga Al-Kahfi. Kelompok ini biasanya terletak tepat setelah kelompok Ath-Thiwal.

3. Al-Matsani (Yang Diulang-ulang)

Selanjutnya adalah Al-Matsani, yaitu surat-surat yang jumlah ayatnya kurang dari seratus. Kata “Matsani” berasal dari kata Tsanna yang berarti mengulang. Allah menamakannya demikian karena di dalamnya banyak terjadi pengulangan kisah-kisah nabi, hukum syariat, dan peringatan (faraidh) agar umat Islam benar-benar memahaminya. Contohnya adalah Surat Al-Hajj, Al-Qashash, dan An-Naml.

4. Al-Mufashal (Surat-Surat Pendek)

Kelompok terakhir adalah Al-Mufashal, yaitu surat-surat pendek yang berada di bagian akhir mushaf (Juz Amma). Para ulama membaginya lagi menjadi Thiwal Mufashal (seperti Qaf sampai An-Naba), Awsat Mufashal (An-Naziat sampai Ad-Dhuha), dan Qishar Mufashal (Ad-Dhuha sampai An-Naas). Dinamakan “Mufashal” (terpisah-pisah) karena banyaknya sekat atau pemisah berupa kalimat Basmalah antar suratnya.

Hikmah Ilahi di Balik Tertib Susunan Surat

Santri sedang mempelajari hikmah urutan surat Alquran

Allah SWT yang Maha Bijaksana tidak mungkin menetapkan sesuatu tanpa tujuan. Susunan Al-Qur’an yang tidak kronologis ini justru menyimpan hikmah yang luar biasa besar. Berikut adalah beberapa hikmah di balik urutan surat yang kita baca hari ini:

  • Bukti Kemukjizatan (I’jaz): Susunan ini menantang logika sastrawan Arab pada masa itu. Al-Qur’an mampu menyajikan tema yang koheren dan saling menyambung (munasabah) antar surat meskipun turunnya terpisah puluhan tahun. Ini membuktikan bahwa Al-Qur’an adalah desain Allah, bukan karangan Nabi Muhammad.
  • Memudahkan Proses Menghafal: Bayangkan jika Al-Qur’an tersusun kronologis, mungkin surat Al-Alaq (5 ayat) akan berada di awal, lalu tiba-tiba surat Al-Muddatsir. Susunan saat ini yang mengelompokkan surat panjang dan pendek secara sistematis sangat memudahkan metode hafalan bertahap.
  • Psikologi Pembaca: Surat-surat panjang di awal (setelah Al-Fatihah) berisi banyak hukum dan syariat mendetail. Sementara surat-surat pendek di akhir (Juz 30) berisi penanaman aqidah dan hari kiamat yang menggoncang jiwa. Susunan ini membentuk pola pikir Muslim yang utuh: kuat aqidahnya dan taat syariatnya.
  • Sistematika Pembahasan: Pengurutan ini memudahkan klasifikasi tema. Misalnya, kisah para nabi banyak terkumpul di bagian tengah, sementara hukum waris dan pernikahan ada di bagian awal (An-Nisa). Hal ini mempermudah ulama dalam istinbath (pengambilan) hukum.

Urgensi Membaca dan Mentadabburi Alquran

Keluarga Muslim membaca Alquran bersama di rumah

Setelah mengetahui rahasia di balik urutan suratnya, tugas kita selanjutnya adalah berinteraksi dengannya. Al-Qur’an turun sebagai “buku manual” kehidupan agar manusia selamat dunia akhirat. Mengabaikannya sama saja dengan berjalan dalam kegelapan. Berikut adalah motivasi mengapa Anda harus rutin membacanya:

  • Investasi Pahala Terbaik: Rasulullah SAW menjanjikan bahwa setiap huruf bernilai sepuluh kebaikan. Bayangkan berapa miliar kebaikan yang Anda panen saat mengkhatamkan 114 surat secara berurutan.
  • Cahaya bagi Rumah Tangga: Rasulullah mengumpamakan rumah yang tidak pernah terdengar lantunan Al-Qur’an seperti kuburan yang gelap dan sempit. Sebaliknya, bacalah Al-Qur’an agar rumah Anda bercahaya, lapang, dan dihadiri malaikat rahmat.
  • Syafaat yang Pasti: Di hari ketika tidak ada pertolongan, Al-Qur’an akan menjelma menjadi pembela bagi para sahabatnya. Ia akan memohon kepada Allah agar pembacanya masuk surga.
  • Obat Penyejuk Hati: Tidak ada terapi psikologis yang lebih ampuh daripada membaca Al-Qur’an. Gelombang suara dan makna ayatnya mampu menurunkan stress dan memberikan ketenangan (sakinah) instan.

Lengkapi Ibadah dengan Mushaf Terbaik dari Gema Risalah

Katalog Alquran Gema Risalah yang lengkap dan berkualitas

Untuk mendukung semangat tilawah Anda, memiliki mushaf yang nyaman dan berkualitas adalah sebuah keharusan. Gema Risalah hadir sebagai mitra ibadah Anda dengan menyediakan berbagai varian mushaf yang sesuai dengan standar Kemenag RI. Kami melayani pemesanan Al-Qur’an dan buku Islami dengan pelayanan sepenuh hati, baik untuk eceran maupun grosir.

Anda dapat memesan produk Alquran online dari mana saja melalui website resmi kami. Gema Risalah adalah penerbit dan percetakan berpengalaman lebih dari 20 tahun yang berdedikasi menjaga kualitas cetakan ayat suci. Kami menawarkan:

  • Harga Kompetitif: Sebagai penerbit langsung, kami memberikan harga terbaik yang ramah di kantong, cocok untuk kebutuhan wakaf dalam jumlah besar.
  • Varian Lengkap: Tersedia Al-Qur’an Hafalan, Al-Qur’an Terjemah Per Kata, Al-Qur’an Jumbo (Al-Walidayn), hingga buku-buku turats Islami.
  • Jangkauan Nasional: Kami bekerjasama dengan ekspedisi terpercaya untuk memastikan paket mushaf Anda sampai dengan aman ke seluruh pelosok Nusantara.

Intisari Pembahasan

Urutan surah Alquran yang kita baca hari ini adalah warisan autentik dari Rasulullah SAW yang penuh dengan hikmah. Dari klasifikasi Sab’u Thiwal hingga Mufashal, semuanya Allah desain untuk memudahkan hamba-Nya dalam mengambil pelajaran. Tidak ada alasan bagi kita untuk menjauhi kitab suci ini.

Mari mulai langkah hijrah Anda dengan memiliki mushaf terbaik. Hubungi layanan pelanggan Gema Risalah sekarang juga untuk konsultasi dan pemesanan. Jadikan setiap lembar Al-Qur’an yang Anda baca sebagai saksi kebaikan di yaumil hisab kelak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *