Blog
Alquran Terjemahan dan Apa Saja Metode serta Syarat Wajibnya
Al quran dan terjemahan memegang peranan yang sangat vital bagi umat Islam. Kita tentu membutuhkannya untuk dapat menyelami samudra makna di dalam kitab suci. Sebagai pedoman hidup utama, Al-Qur’an sejatinya bukan sekadar bacaan lisan semata. Lebih dari itu, kitab ini adalah petunjuk agung yang wajib kita pahami, hayati, dan kemudian kita amalkan dalam setiap aspek kehidupan sehari-hari.
Secara definisi, Al-Qur’an adalah kalam Allah SWT yang merupakan mukjizat. Allah menurunkannya kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara Malaikat Jibril. Periwayatannya bersifat mutawatir, dan membacanya pun bernilai ibadah. Akan tetapi, Al-Qur’an turun dalam bahasa Arab yang fasih dengan nilai sastra tinggi. Akibatnya, tidak semua umat Muslim mampu memahaminya secara langsung, terutama bagi mereka yang berada di luar wilayah Jazirah Arab.
Oleh karena itu, seiring dengan meluasnya dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia, umat sangat membutuhkan jembatan pemahaman. Maka, terjemahan hadir sebagai solusi utama. Ini merupakan upaya mengalihkan makna teks dari bahasa sumber (Arab) ke dalam bahasa sasaran. Tujuannya adalah agar setiap hamba-Nya dapat menangkap pesan-pesan langit secara utuh.
Memahami Hakikat Definisi Al-Qur’an dan Terjemahan
Pertama-tama, kita perlu meluruskan sebuah persepsi penting. Menerjemahkan Al-Qur’an pada dasarnya tidak sama dengan menggantikannya. Menerjemahkan memiliki arti memindahkan makna kandungan Al-Qur’an ke dalam bahasa lain guna membantu orang yang tidak mengerti bahasa Arab. Dengan demikian, naskah terjemahan berfungsi sebagai alat bantu (wasilah), bukan sebagai pengganti teks asli wahyu.
Di sisi lain, para ulama sepakat dalam satu hal. Teks terjemahan tidak memiliki kesucian yang setara dengan teks asli Al-Qur’an. Meskipun demikian, keberadaan terjemahan sangat membantu proses tadabbur (perenungan). Misalnya, saat Anda sedang berikhtiar mengajarkan anak mengaji Alquran. Menggunakan mushaf terjemahan tentu menjadi metode efektif untuk menanamkan pemahaman nilai-nilai Islam sejak usia dini.
Dinamika Sejarah: Mengapa Terjemahan Sempat Menjadi Perdebatan?
Pada masa-masa awal, aktivitas menerjemahkan Al-Qur’an sempat menuai pro dan kontra yang cukup tajam di kalangan ulama. Kekhawatiran utamanya adalah adanya potensi reduksi makna. Pasalnya, umat Islam sangat menghormati Al-Qur’an sebagai mukjizat abadi dengan struktur bahasa (Balaghah) yang tidak tertandingi oleh sastra manapun.
Banyak ulama memiliki pandangan khusus terkait hal ini. Mereka menilai bahwa memproduksi kata-kata Al-Qur’an ke dalam bahasa lain sangat berisiko menghilangkan keindahan maknanya. Selain itu, karakter suci dari wahyu Allah pun dikhawatirkan bisa berkurang.
“Al-Qur’an adalah firman Allah yang spesifik dengan bahasa Arab. Jika manusia mengubahnya ke dalam bahasa lain, maka susunan katanya adalah buatan manusia, bukan lagi firman Allah secara tekstual.”
Namun, kondisi zaman menuntut perubahan nyata. Setelah Islam menyebar luas melewati batas geografis Arab, para ulama menyadari urgensi penerjemahan. Mereka melihat fakta di lapangan bahwa mayoritas umat Islam tidak menguasai bahasa Arab. Jika pelarangan terus berlanjut, ulama khawatir umat hanya akan membaca tanpa paham. Bahkan lebih buruk lagi, mereka bisa salah menafsirkan petunjuk hidup.
Akhirnya, para ulama memperbolehkan penerjemahan dengan syarat ketat. Terjemahan hanya berlaku sebagai “tafsir” atau penjelasan, bukan pengganti. Sejarah kemudian mencatat nama Syaikh Sa’adi al-Syairzi sebagai pelopor penerjemahan ke bahasa Persia. Selanjutnya, gerakan ini berlanjut ke bahasa Turki dan Urdu. Robert Retenensis kemudian menerjemahkannya ke bahasa Latin pada tahun 1146 M.
Kemudian, kita masuk ke era modern. Kerajaan Arab Saudi mengambil langkah besar melalui Mujamma’ Malik Fahd di Madinah. Mereka mencetak jutaan eksemplar Al-Qur’an serta menerjemahkannya ke lebih dari 41 bahasa dunia. Langkah strategis ini bertujuan memfasilitasi dakwah global, termasuk penyediaan terjemahan Bahasa Indonesia yang baku.
Mengenal 2 Jenis Metode Penerjemahan Al-Qur’an
Dalam studi Ulumul Qur’an, kita mengenal dua pendekatan utama dalam proses alih bahasa ini. Memahami keduanya sangatlah penting karena akan membantu Anda memilih jenis mushaf yang paling sesuai. Berikut adalah penjelasannya:
1. Terjemahan Harfiyyah (Literal)
Pertama adalah terjemahan harfiyyah. Ini adalah metode menerjemahkan Al-Qur’an kata demi kata (word for word). Penerjemah mencari padanan katanya dalam bahasa sasaran sambil berusaha mempertahankan susunan kalimat aslinya. Metode ini sering kita temui pada produk “Al-Qur’an Terjemah Perkata”.
Metode ini tentu memiliki kelebihan tersendiri. Pembaca dapat mengetahui arti dasar dari setiap kosakata Arab. Namun, ada juga kelemahannya. Susunan kalimat seringkali menjadi kaku dan sulit kita pahami secara utuh. Hal ini terjadi karena struktur bahasa Arab berbeda dengan bahasa Indonesia. Oleh sebab itu, sebagian ulama melarang metode ini jika tanpa penjelasan tafsir karena berpotensi memicu kesalahpahaman makna.
2. Terjemahan Maknawiyyah (Tafsiriyah)
Metode kedua adalah terjemahan maknawiyyah atau tafsiriyah. Pada metode ini, penerjemah mengungkapkan makna global dari ayat tersebut ke dalam bahasa sasaran. Ia tidak terikat secara kaku pada urutan kata aslinya. Fokus utamanya adalah kejelasan pesan.
Mushaf terjemahan Kementerian Agama RI (Kemenag) menggunakan pendekatan ini. Oleh karena itu, kita sering menggunakannya saat ini. Pendekatan maknawiyyah menggabungkan akurasi makna dengan bahasa yang mudah sehingga masyarakat luas bisa lebih mengerti. Dengan begitu, pesan dakwah pun lebih sampai ke hati pembaca.
Syarat Ketat Bagi Seorang Penerjemah Al-Qur’an
Menerjemahkan kalam Ilahi sejatinya adalah tugas berat dengan tanggung jawab besar. Kesalahan kecil dalam memilih diksi bisa berakibat fatal karena dapat mengubah hukum atau akidah. Oleh karena itu, para ulama menetapkan syarat kualifikasi yang sangat ketat bagi calon penerjemah:
- Penguasaan Bahasa Mendalam: Penerjemah wajib menguasai bahasa sumber (Arab) dan bahasa sasaran dengan level kepakaran tinggi (advanced).
- Paham Ilmu Alat: Selain itu, ia harus menguasai Nahwu, Sharaf, dan Balaghah. Ia juga wajib paham gaya bahasa (uslub) Al-Qur’an yang kaya majaz.
- Akidah Lurus: Selanjutnya, penerjemah haruslah seorang Muslim beraqidah lurus (Ahlussunnah wal Jamaah). Hal ini penting agar hasil terjemahannya tidak mengandung pemikiran menyimpang.
- Amanah Ilmiah: Terjemahan harus menyampaikan makna asli secara jujur. Tidak boleh ada pengurangan atau penambahan yang merusak konteks.
Di Indonesia sendiri, proses penerjemahan berjalan sangat ketat. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) bertugas mengawasinya. Lembaga di bawah Kementerian Agama ini menjamin keaslian setiap huruf yang tercetak. Mereka memastikan mushaf valid sebelum beredar luas di masyarakat.
Rekomendasi Produk Al-Qur’an Terjemahan Gema Risalah
Kini, Anda tidak perlu bingung lagi. Mencari mushaf terjemahan terpercaya sekarang lebih mudah karena Gema Risalah Press hadir sebagai solusi. Kami siap memenuhi kebutuhan literasi Qur’ani Anda. Di satu sisi, kami melayani pemesanan grosir untuk wakaf Al-Qur’an atau instansi. Di sisi lain, kami juga melayani pembelian satuan bagi siapa saja yang menginginkan mushaf pribadi.
Berikut adalah beberapa produk unggulan kami yang semuanya telah mendapatkan tashih resmi:
- Al-Qur’an Terjemah Jumbo Al-Walidayn: Ukuran ini sangat cocok bagi orang tua karena tulisannya besar dan jelas. Selain itu, terjemahannya lengkap untuk memudahkan tadabbur.
- Al-Qur’an Al-Busyro A6 Resleting (Saku): Pilihan tepat untuk mobilitas tinggi. Desainnya *compact* dan aman sehingga Anda bisa membawanya saat bepergian (traveling).
- Al-Qur’an Emas & Perak A5: Mushaf ini memberikan kesan elegan dan eksklusif. Sangat cocok jika Anda jadikan hadiah atau mahar pernikahan.
- Al-Qur’an Hafalan Al-Mumtaz: Apakah Anda sedang fokus menghafal? Jika ya, mushaf ini solusinya. Fitur khususnya memudahkan proses *tahfidz* sekaligus memahami maknanya.
- Al-Qur’an Terjemah Perkata (Tafsiriyah): Produk ini sangat membantu belajar bahasa Arab karena Anda bisa memahami arti setiap kosakata secara spesifik.
Sebagai penutup, Gema Risalah Press senantiasa berkomitmen menjaga kualitas. Kami bangga menjadi percetakan Alquran terdepan yang menjamin kehalalan bahan baku. Tersedia berbagai pilihan Al-Qur’an dan buku Islam yang dapat Anda gunakan untuk keperluan pribadi atau wakaf masjid. Jadi, segera lengkapi kebutuhan ibadah Anda bersama kami.




