Blog
Bacaan Alquran Cetakan Gemarisalah Press
Anda tentu sepakat bahwa saat memilih mushaf baru, pertimbangan utamanya bukan hanya pada sampul yang indah, melainkan kenyamanan saat melihat hurufnya. Hal ini sangat berkaitan dengan kualitas bacaan Al Quran yang ingin kita lantunkan setiap hari. Al-Qur’an sendiri merupakan kitab suci mulia yang Allah wahyukan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara Malaikat Jibril sebagai petunjuk bagi seluruh umat manusia. Di dalamnya, terkandung ribuan ayat yang wajib kita baca dengan tata cara yang benar agar maknanya tidak menyimpang dari yang seharusnya.
Dalam proses mempelajari kitab suci ini, aspek bacaan memegang peranan yang sangat vital dan tidak boleh kita abaikan. Kesalahan kecil dalam pengucapan huruf atau panjang pendek nada dapat mengubah arti secara fatal. Oleh karena itu, mempelajari ilmu tajwid menjadi sebuah kewajiban bagi setiap Muslim. Guna mendukung proses belajar tersebut agar lebih maksimal, Gemarisalah menyediakan berbagai sarana pendukung yang berkualitas. Anda dapat memilih mushaf dengan fitur Rasm Utsmani, tanda waqaf ibtida, hingga Al-Qur’an Tajwid Warna yang sangat membantu pemula dalam membedakan hukum bacaan.
Urgensi Menjaga Kualitas Bacaan Al Quran yang Fasih

Sejarah Singkat Penurunan Wahyu
Sejarah mencatat bahwa Allah menurunkan Al-Qur’an secara berangsur-angsur dalam kurun waktu sekitar 23 tahun, tepatnya 22 tahun, 2 bulan, dan 22 hari. Wahyu pertama menyapa Nabi Muhammad SAW pada tanggal 17 Ramadan ketika beliau berusia 40 tahun di Gua Hira. Durasi penurunan yang panjang ini mengajarkan kita tentang pentingnya proses dan kesabaran dalam menyerap setiap makna ayat. Oleh sebab itu, kita sebaiknya tidak tergesa-gesa dan senantiasa berusaha mengetahui teknik bacaan ayat yang benar agar pemahaman kita terhadap agama semakin sempurna.
5 Keutamaan Membaca Al Quran
Selain kewajiban untuk membaca dengan benar, Allah SWT telah menyiapkan ganjaran yang luar biasa besar bagi hamba-Nya yang gemar berinteraksi dengan Al-Qur’an. Berdasarkan berbagai hadits shahih, Anda akan memperoleh manfaat spiritual yang mendalam jika rutin mengamalkannya. Berikut adalah beberapa keutamaan membaca Alquran yang perlu Anda ketahui:
- Menghadirkan Ketenangan Jiwa: Hati manusia seringkali gelisah oleh urusan dunia, namun membaca Al-Qur’an mampu menjadi obat penawarnya. Dengan mengingat Allah melalui lantunan ayat suci, hati Anda akan merasakan ketenangan (sakinah).
- Panen Pahala Berlipat Ganda: Kebaikan dalam Islam sangatlah murah hati, di mana satu huruf Al-Qur’an yang Anda baca bernilai satu kebaikan. Kemudian, Allah melipatgandakan satu kebaikan tersebut menjadi sepuluh kebaikan.
- Kemuliaan bagi Pembelajar: Jangan pernah merasa minder jika lidah Anda masih kaku. Bagi Anda yang masih terbata-bata saat mengeja bacaan ayat, Anda tetap akan mendapatkan dua pahala sekaligus, yakni pahala membaca dan pahala atas kesungguhan usaha belajar.
- Syafaat di Yaumil Akhir: Al-Qur’an tidak akan membiarkan sahabatnya sendirian saat hari penghakiman tiba kelak. Ia akan datang sebagai pemberi syafaat atau pertolongan bagi siapa saja yang rajin membacanya saat di dunia.
- Hadiah Mahkota untuk Orang Tua: Salah satu cara terbaik berbakti kepada orang tua adalah dengan menjadi penghafal Al-Qur’an. Allah menjanjikan kemuliaan berupa mahkota cahaya bagi orang tua yang anaknya sungguh-sungguh menjaga hafalan kalam-Nya.
Adab-Adab Penting Sebelum Memulai Tilawah
Sebelum kita membahas teknis membaca, kita wajib memahami etika atau adab sopan santun terhadap kitab suci. Al-Qur’an adalah firman Allah yang agung, sehingga kita tidak boleh memperlakukannya seperti buku bacaan biasa. Penerapan adab yang benar akan mendatangkan keberkahan ilmu dan mempermudah kita dalam menyerap hikmah ayat. Berikut adalah adab sebelum membaca Alquran yang sebaiknya Anda terapkan:
- Menyucikan Diri: Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah berwudhu untuk menghilangkan hadas kecil. Menyentuh mushaf dalam keadaan suci merupakan bentuk penghormatan tertinggi kita kepada Kalamullah.
- Menghadap Kiblat: Posisi duduk terbaik saat membaca Al-Qur’an adalah dengan menghadap ke arah kiblat. Pastikan Anda duduk dengan sopan, tenang, dan tidak melakukan gerakan yang sia-sia yang dapat mengurangi kekhusyukan.
- Membersihkan Mulut: Mulut adalah jalan keluarnya suara bacaan Al Quran, maka sangat dianjurkan untuk membersihkannya terlebih dahulu. Anda bisa bersiwak atau menggosok gigi agar aroma mulut menjadi segar dan malaikat pun senang mendekat.
- Memulai dengan Ta’awudz: Awali setiap sesi tilawah Anda dengan memohon perlindungan kepada Allah dari gangguan syetan. Hal ini sesuai dengan perintah Allah dalam Surah An-Nahl ayat 98 agar hati kita fokus hanya kepada-Nya.
Strategi Memahami dan Memperbaiki Kualitas Bacaan

Bagi Anda yang merasa bacaannya belum sempurna, janganlah berkecil hati karena semua ahli bermula dari seorang pemula. Cara menguasai bacaan Al-Qur’an sebenarnya tidak sesulit yang Anda bayangkan asalkan Anda memiliki tekad yang kuat. Berikut adalah langkah-langkah praktis dan sistematis yang bisa Anda ikuti:
1. Menguasai Huruf Hijaiyah dengan Tepat
Langkah paling dasar adalah mengenali huruf Hijaiyah yang merupakan alfabet dalam bahasa Arab. Anda wajib mempelajari bentuk huruf dan cara pengucapannya (makhraj) satu per satu. Pastikan Anda mampu membedakan bunyi huruf yang mirip, seperti ‘Sin’ dengan ‘Syin’, atau ‘Hamzah’ dengan ‘Ain’, karena kesalahan di sini akan merubah makna kata.
2. Memahami Fungsi Tanda Baca (Harakat)
Bahasa Arab dalam Al-Qur’an memiliki sistem vokal yang kita kenal dengan sebutan harakat. Tanda baca ini berfungsi untuk membunyikan konsonan huruf, seperti Fathah (a), Kasrah (i), dan Dhommah (u). Anda harus teliti dalam melihat harakat ini agar arti dari setiap ayat yang Anda baca tidak meleset dari tafsir yang sebenarnya.
3. Mempelajari Kaidah Ilmu Tajwid
Tajwid adalah seperangkat aturan untuk membaca Al-Qur’an dengan memberikan hak pada setiap hurufnya. Anda perlu mengenal berbagai hukum bacaan seperti Idzhar, Ikhfa, Idgham, dan Iqlab agar bunyi bacaan terdengar fasih. Pengetahuan tentang ilmu tajwid ini akan menjaga lidah Anda dari kesalahan fatal saat melantunkan ayat suci.
4. Konsisten Belajar dengan Guru (Talaqqi)
Belajar Al-Qur’an tidak bisa Anda lakukan hanya dengan membaca buku atau menonton video secara otodidak (sendirian). Anda harus mencari seorang guru yang kompeten untuk menyimak bacaan Anda secara langsung (Talaqqi Musyafahah). Guru akan langsung mengoreksi jika ada pelafalan yang kurang tepat sehingga kualitas bacaan Anda akan terus meningkat.
Mengenal Ragam Qiraat dan Variasi Bacaan

Mungkin Anda pernah mendengar seorang qari internasional melantunkan ayat dengan cara yang sedikit berbeda dari yang biasa kita dengar di Indonesia. Hal tersebut wajar terjadi karena adanya perbedaan dialek (lahjah) kabilah Arab pada masa Nabi yang kemudian dibukukan menjadi ilmu Qiraat. Namun perlu Anda ingat, semua variasi bacaan ini bersumber dari Rasulullah SAW dan telah melalui proses validasi yang ketat.
Qiraat Sab’ah (Tujuh Imam)
Istilah ini merujuk pada tujuh jenis bacaan yang sanadnya tersambung mutawatir kepada Rasulullah SAW. Ketujuh imam tersebut adalah Imam Nafi’, Ibnu Katsir, Abu Amr, Ibnu Amir, Imam Ashim, Imam Hamzah, dan Imam Al-Kisa’i. Mayoritas umat Muslim di Indonesia menggunakan Qiraat Imam Ashim dengan riwayat Hafs.
Qiraat ‘Asyrah (Sepuluh Imam)
Para ulama kemudian melengkapi tujuh qiraat di atas dengan tiga imam tambahan yang bacaannya juga shahih. Tiga imam tersebut adalah Abu Ja’far, Ya’qub, dan Khalaf Al-Asyir, sehingga totalnya menjadi sepuluh qiraat yang diakui keabsahannya (Mu’tabarah).
Memahami 4 Tingkatan Tempo dalam Membaca Al Quran

Para ulama ahli tajwid membagi cara membaca Al-Qur’an berdasarkan kecepatan atau temponya menjadi empat tingkatan. Anda bisa menyesuaikan penggunaan tingkatan ini dengan tujuan membaca Anda, apakah untuk menghafal, belajar, atau merenung. Berikut adalah penjelasannya:
1. At-Tahqiq (Sangat Perlahan)
Tahqiq adalah tingkatan bacaan yang temponya lambat dan sangat teliti dalam mengucapkan huruf demi huruf. Metode ini biasanya digunakan oleh guru saat mengajarkan murid pemula agar mereka bisa meniru makhraj dengan sempurna. Fokus utama dari tingkatan ini adalah ketepatan tajwid yang maksimal, bukan pada banyaknya ayat yang terbaca.
2. At-Tartil (Perlahan dan Tenang)
Tartil merupakan metode membaca yang paling utama dan sangat dianjurkan oleh Allah dalam Surah Al-Muzzammil ayat 4. Pembaca melantunkan ayat dengan tempo sedang, tenang, dan tidak terburu-buru sehingga jiwa bisa meresapi maknanya. Tingkatan ini sangat cocok Anda gunakan untuk tadabbur harian agar hati menjadi lebih lembut.
3. At-Tadwir (Pertengahan)
Tadwir berada di posisi tengah-tengah, yakni bacaannya tidak terlalu lambat seperti Tahqiq namun tidak secepat Hadar. Kita sering mendengar tempo ini digunakan oleh imam shalat berjamaah di masjid-masjid. Pada tingkatan ini, pembacaan Mad Munfashil biasanya tidak dipanjangkan secara maksimal (cukup 2 atau 4 harakat) untuk menjaga durasi.
4. Al-Hadar (Cepat)
Hadar adalah tingkatan bacaan dengan tempo cepat namun tetap menjaga hukum-hukum tajwid dasar seperti gunnah dan mad. Metode ini menjadi andalan para penghafal Al-Qur’an saat melakukan muraja’ah (mengulang hafalan) sendirian. Jika Anda sedang mengejar target khatam atau menggunakan Al-Qur’an Hafalan, tempo ini sangat efektif untuk mengefisiensikan waktu.
Mengenal Dua Jenis Kesalahan dalam Membaca (Lahn)
Dalam ilmu tajwid, kita mengenal istilah Lahn yang berarti kesalahan dalam membaca. Anda wajib mewaspadai dua jenis kesalahan ini agar kualitas ibadah tilawah tetap terjaga. Kesalahan tersebut terbagi menjadi dua kategori utama:
Kesalahan Lahn Jali (Jelas)
Lahn Jali adalah kesalahan yang jelas dan fatal, seperti mengubah huruf atau mengubah harakat sehingga merusak makna ayat. Hukum melakukan kesalahan ini dengan sengaja adalah haram, sedangkan bagi yang tidak tahu wajib untuk belajar agar terhindar dari dosa.
Kesalahan Lahn Khafi (Samar)
Sementara itu, Lahn Khafi adalah kesalahan samar atau ringan yang berkaitan dengan kesempurnaan sifat huruf. Contohnya adalah kurang panjangnya mad atau kurang dengungnya ghunnah. Meskipun tidak merubah makna secara drastis, menghindari kesalahan ini adalah bagian dari kesempurnaan bacaan.
Hikmah & Intisari Pembahasan
Perjalanan memperbaiki bacaan Al Quran adalah proses sepanjang hayat yang penuh dengan keberkahan dan pahala. Mulai dari meluruskan niat dengan adab yang baik, mempelajari makhraj huruf, hingga memahami tingkatan tempo bacaan, semua itu merupakan bukti cinta kita kepada Allah SWT. Jangan pernah lelah untuk terus belajar, karena setiap upaya Anda dalam mengeja kalam-Nya akan menjadi pemberat timbangan kebaikan di akhirat kelak.
Guna mendukung kelancaran ibadah Anda, Gemarisalah sebagai mitra umat yang terpercaya senantiasa siap menyediakan kebutuhan mushaf berkualitas. Kami menyediakan berbagai varian mushaf yang sesuai dengan kebutuhan Anda, mulai dari Al-Qur’an untuk hafalan, Al-Qur’an terjemah per kata, hingga layanan kustomisasi sampul untuk wakaf. Mari kita hiasi hari-hari kita dengan cahaya Al-Qur’an yang dibaca dengan fasih dan benar.