Blog
Adab Sebelum Memulai dan Ketika Membaca Alquran
Sebagai seorang Muslim yang taat, kita tentu harus mengetahui dan mengamalkan adab sebelum membaca Alquran yang benar. Al-Qur’an bukanlah buku bacaan biasa, melainkan kitab suci yang berisi firman Allah SWT. Allah menurunkannya kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara Malaikat Jibril untuk menjadi pedoman hidup (hudan) bagi seluruh umat manusia. Oleh karena itu, interaksi kita dengan Al-Qur’an haruslah berbeda dengan interaksi kita terhadap koran atau majalah. Para ulama sepakat bahwa adab memegang peranan kunci dalam meraih keberkahan ilmu. Berikut ini adalah panduan lengkap mengenai etika dan adab sebelum membaca kitab suci Al-Qur’an yang perlu Anda ketahui dan amalkan:
Adab Saat Mengambil Alquran dari Tempatnya

Proses memuliakan Al-Qur’an dimulai bahkan sebelum kita membukanya. Saat Anda berniat mengambil mushaf dari rak atau meja, perhatikanlah beberapa hal mendasar ini. Pertama, pastikan niat Anda lurus semata-mata untuk beribadah kepada Allah. Selanjutnya, Anda bisa memulainya dengan membaca doa pembuka hati agar Allah memberikan kemudahan dalam memahami hikmah-Nya.
Salah satu doa yang masyhur adalah: “Allahummaftah ‘alayya hikmataka wansyur ‘alayya rahmataka wa dzakkirniy maa nasiytu yaa dzaljalaali wal ikrom.” (Artinya: Ya Allah bukakanlah untukku hikmah-Mu, dan bentangkanlah untukku rahmat-Mu, dan ingatkanlah apa yang aku lupa. Wahai Dzat Maha Agung dan Maha Mulia).
Setelah berdoa, terapkanlah adab fisik saat mengambil mushaf:
- Pastikan Tubuh Suci dari Hadas: Allah berfirman dalam QS. Al-Waqiah ayat 79, “Tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan.” Oleh karena itu, sebaiknya Anda berwudhu terlebih dahulu. Bersihkan juga mulut Anda dengan bersiwak atau sikat gigi, karena mulut adalah jalan keluarnya huruf-huruf suci Al-Qur’an.
- Gunakan Tangan Kanan: Biasakanlah menggunakan tangan kanan saat menjangkau mushaf. Rasulullah SAW senantiasa mendahulukan bagian kanan (tayammun) dalam setiap perkara yang mulia, seperti mengambil sesuatu, makan, hingga bersisir. Mengambil Al-Qur’an dengan tangan kiri hukumnya makruh dan kurang sopan.
- Raih dengan Lembut: Ambillah mushaf dengan gerakan yang tenang dan penuh takzim. Jangan menariknya dengan kasar dari tumpukan buku lain. Perlakukan fisik mushaf layaknya Anda memperlakukan benda yang paling berharga di dunia ini.
Adab Saat Membawa Alquran (Memindahkan)

Seringkali kita melihat orang membawa Al-Qur’an dengan cara dijinjing di samping badan sejajar dengan paha, layaknya membawa tas belanjaan. Hal ini kurang tepat secara etika. Saat Anda memindahkan Al-Qur’an dari satu tempat ke tempat lain, cara membawanya mencerminkan rasa cinta dan penghormatan Anda terhadap Kalamullah.
- Posisi di Atas Pusar: Bawalah Al-Qur’an dengan cara mendekapnya di dada atau memegangnya dengan posisi di atas pusar. Posisi ini menyimbolkan bahwa Al-Qur’an adalah imam dan petunjuk yang kita junjung tinggi.
- Jangan Dijinjing Sejajar Kaki: Hindari menjinjing mushaf dengan satu tangan yang menjuntai ke bawah (di bawah pinggang). Posisi ini dianggap merendahkan martabat kitab suci.
- Memasukkan ke Dalam Tas: Jika Anda bepergian dan menyimpan Al-Qur’an di dalam tas, pastikan posisi mushaf berada di bagian paling atas dan tidak tertindih oleh barang-barang yang kurang pantas (seperti pakaian kotor atau sepatu). Sebaiknya, gunakan tas khusus atau cover Alquran resleting agar mushaf terlindungi.
Adab Utama Saat Sedang Membaca Alquran

Ketika Anda sudah siap untuk melantunkan ayat suci, perhatikanlah serangkaian etika berikut agar tilawah Anda bernilai pahala maksimal:
- Berpakaian Sopan dan Menutup Aurat: Meskipun Anda membaca di dalam kamar sendirian, Allah Maha Melihat. Gunakanlah pakaian yang suci, menutup aurat, dan pantas. Para ulama terdahulu bahkan sengaja memakai wewangian dan sorban terbaik mereka saat hendak majelis Al-Qur’an.
- Menghadap Kiblat: Posisi duduk yang paling utama adalah menghadap kiblat (Ka’bah). Duduklah dengan tenang (sakinah), tegak, dan penuh wibawa. Hindari membaca Al-Qur’an sambil tiduran atau menyandar malas, kecuali jika ada udzur (sakit).
- Membaca Ta’awudz dan Basmalah: Awali bacaan Anda dengan Isti’adzah (memohon perlindungan Allah dari setan) sesuai perintah QS. An-Nahl ayat 98. Lanjutkan dengan Basmalah di setiap awal surah (kecuali At-Taubah).
- Membaguskan Suara (Taghanni): Rasulullah SAW bersabda, “Hiasilah Al-Qur’an dengan suaramu.” Bacalah dengan tartil, jelas makhraj hurufnya, dan gunakan irama yang sedih atau menyentuh hati. Namun, hindari berlebihan (ghuluw) dalam irama hingga merusak tajwid.
- Mentadaburi Makna (Tawadhu’): Jangan hanya mengejar target khatam. Hadirkanlah hati Anda saat membaca. Cobalah untuk memahami makna terjemahan Alquran yang Anda baca. Menangislah saat melewati ayat-ayat azab, dan bergembiralah saat melewati ayat-ayat rahmat.
- Tidak Memutus Bacaan untuk Obrolan Duniawi: Fokuslah sepenuhnya. Jangan memotong tilawah hanya untuk menjawab obrolan ringan, tertawa, atau mengecek notifikasi HP, kecuali untuk urusan yang sangat mendesak atau menjawab salam.
Adab Saat Meletakkan dan Menyimpan Alquran

Setelah selesai membaca, tutuplah mushaf dengan perlahan dan ciumlah (menurut sebagian ulama sebagai bentuk penghormatan). Kemudian, perhatikan cara Anda meletakkannya kembali:
- Posisi Tertinggi: Letakkan Al-Qur’an di tempat yang tinggi, seperti rak paling atas atau meja yang bersih. Jangan sekali-kali meletakkannya di lantai (sejajar dengan kaki) karena ini bentuk penghinaan yang nyata.
- Jangan Menumpuk Benda Lain di Atasnya: Al-Qur’an harus selalu berada di tumpukan paling atas (Al-Islam ya’lu wala yu’la ‘alaih). Jangan menindih mushaf dengan buku lain, kacamata, HP, atau benda apapun.
- Jauhkan dari Jangkauan Anak Kecil: Simpanlah di tempat yang aman dari jangkauan balita yang belum mumayyiz, untuk menghindari mushaf robek atau terkena najis ompol.
Sesungguhnya, adab-adab di atas adalah cerminan dari ketakwaan hati. Allah berfirman, “Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya hal itu timbul dari ketakwaan hati.” (QS. Al-Hajj: 32).
Bagi Anda yang ingin memiliki mushaf yang indah untuk menemani ibadah harian, Gema Risalah menyediakan berbagai pilihan. Kami adalah percetakan Alquran terpercaya yang menghadirkan mushaf berkualitas, mulai dari mushaf saku hingga mushaf jumbo untuk lansia. Kami juga melayani pemesanan Alquran custom nama untuk hadiah spesial atau wakaf. Mari muliakan Al-Qur’an dengan adab terbaik, dan dapatkan keberkahan hidup bersamanya.