Blog
Menyingkap Kemukjizatan Al Quran: Bahasa, Sejarah, dan Sains Modern
Setiap umat Islam wajib meyakini kebenaran kitab suci sebagai bagian fundamental dari keimanan. Salah satu landasan keyakinan tersebut adalah adanya aspek Kemukjizatan Al Quran. Berbeda dengan mukjizat nabi-nabi terdahulu yang bersifat indrawi dan sementara (seperti tongkat Nabi Musa atau unta Nabi Saleh), mukjizat Al-Qur’an bersifat aqliyah (intelektual) dan kekal sepanjang masa.
Allah SWT menurunkan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW bukan hanya sebagai pedoman hidup, tetapi juga sebagai bukti otentik kenabian beliau. Hingga detik ini, Al-Qur’an menantang siapa saja yang meragukannya untuk membuat satu surah yang semisal, namun tak seorang pun mampu menjawab tantangan tersebut.
Dalam artikel ini, kami akan mengajak Anda menelusuri bukti-bukti nyata kemukjizatan Al-Qur’an. Kita akan membedahnya dari berbagai sisi, mulai dari keindahan bahasanya yang memukau, akurasi berita masa lalu dan masa depan, hingga kesesuaiannya dengan penemuan sains modern yang baru terungkap abad ini.
Apa Itu Hakikat Mukjizat?
Sebelum melangkah lebih jauh, kita perlu memahami definisi mukjizat itu sendiri. Kata “mukjizat” berasal dari bahasa Arab a’jaza yang berarti melemahkan atau membuat tidak berdaya. Secara istilah, mukjizat adalah peristiwa luar biasa yang terjadi melalui perantaraan seorang Nabi sebagai bukti kebenarannya, yang disertai dengan tantangan dan tidak mungkin tertandingi oleh siapa pun.
Al-Qur’an hadir sebagai mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW di tengah masyarakat Arab yang saat itu sedang berada di puncak kejayaan sastra. Namun, kedatangan Alquran seketika membungkam para penyair terhebat sekalipun karena keagungan susunan katanya.
1. Kemukjizatan Al-Quran pada Aspek Kebahasaan (Al-Bayan)
Masyarakat Arab Jahiliyah merasakan aspek ini paling awal. Al-Qur’an menggunakan bahasa Arab, bahasa sehari-hari mereka. Namun, susunan kata (uslub) dan gaya bahasanya sangat unik, tidak seperti syair, prosa, atau mantra para dukun yang biasa mereka dengar.
Keindahan bahasa Al-Qur’an mampu menembus relung hati siapa saja yang mendengarnya dengan objektif. Sejarah mencatat bagaimana tokoh-tokoh Quraisy seperti Umar bin Khattab (sebelum masuk Islam) atau Walid bin Mughirah gemetar hatinya saat mendengar lantunan ayat suci ini. Keistimewaan bahasa Al-Qur’an setidaknya meliputi hal-hal berikut:
a. Keseimbangan Kata (Mathematical Balance)
Salah satu fenomena menakjubkan dalam Al-Qur’an adalah adanya keseimbangan jumlah kata, baik dengan sinonimnya maupun antonimnya. Abdurrazaq Naufal dalam penelitiannya menemukan fakta menarik:
- Al-Qur’an menyebut kata Al-Hayah (kehidupan) dan antonimnya Al-Maut (kematian) masing-masing sebanyak 145 kali.
- Kata Al-Dunya (dunia) dan Al-Akhirah (akhirat) muncul masing-masing sebanyak 115 kali.
- Kitab suci ini mengulang kata Al-Malaikah (malaikat) dan Asy-Syayaathin (setan) masing-masing 88 kali.
- Kata Yaum (hari) dalam bentuk tunggal muncul sebanyak 365 kali, persis jumlah hari dalam setahun (syamsiah).
- Kata Syahr (bulan) hadir sebanyak 12 kali, sesuai jumlah bulan dalam setahun.
b. Susunan Kalimat yang Memukau
Al-Qur’an memiliki irama yang indah namun bukan puisi. Ia memiliki rima namun bukan sajak. Gaya bahasanya mampu menjelaskan hal gaib dengan logis, dan memaparkan hukum dengan tegas namun tetap menyentuh hati. Inilah yang membuat para sastrawan Arab angkat tangan dan mengakui bahwa “Ini bukan perkataan manusia”.
2. Kemukjizatan Pemberitaan Peristiwa Masa Lalu
Nabi Muhammad SAW adalah seorang Ummi (tidak bisa membaca dan menulis) dan hidup di lingkungan yang jauh dari pusat peradaban kuno. Namun, Al-Qur’an menceritakan kisah-kisah umat terdahulu dengan sangat detail dan akurat. Bahkan, Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) pada masa itu pun tidak mengetahui rinciannya.
a. Penyelamatan Jasad Fir’aun
Al-Qur’an secara spesifik menyebutkan bahwa Allah akan menyelamatkan jasad Fir’aun sebagai pelajaran bagi generasi setelahnya. Hal ini tercantum dalam QS Yunus ayat 92: “Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu…”
Arkeolog baru membuktikan fakta ini ribuan tahun kemudian pada abad ke-19, ketika mereka menemukan mumi Merneptah (yang ahli yakini sebagai Fir’aun zaman Musa) dalam kondisi utuh dan mengandung kadar garam tinggi. Bagaimana mungkin Nabi Muhammad tahu hal ini jika bukan karena wahyu?
b. Kisah Kaum ‘Ad dan Tsamud
Al-Qur’an juga menceritakan kehancuran kaum ‘Ad dan Tsamud karena bencana alam dahsyat akibat keingkaran mereka. Penemuan situs arkeologi modern di wilayah Jazirah Arab (seperti Mada’in Saleh) telah mengonfirmasi keberadaan sisa-sisa peradaban mereka yang hancur, persis seperti deskripsi Al-Qur’an.
3. Kemukjizatan Pemberitaan Masa Depan
Selain masa lalu, Al-Qur’an juga memuat nubuat (prediksi) kejadian masa depan. Saat ayat itu turun, kejadian tersebut belum terjadi, namun kemudian terbukti benar-benar nyata. Ini membuktikan bahwa Al-Qur’an berasal dari Dzat yang tidak terikat waktu.
a. Kemenangan Bangsa Romawi
Dalam Surah Ar-Rum ayat 1-4, Al-Qur’an memprediksi kemenangan Bangsa Romawi atas Persia dalam waktu beberapa tahun (bidh’i sinin: 3-9 tahun), padahal saat itu Romawi baru saja kalah telak. Prediksi yang tampak mustahil ini benar-benar terjadi 7 tahun kemudian saat Heraklius berhasil mengalahkan Persia.
b. Alat Transportasi Modern
Dalam Surah An-Nahl ayat 8, Allah berfirman: “…Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya.” Ayat ini mengisyaratkan adanya penciptaan sarana transportasi baru di masa depan yang masyarakat Arab saat itu belum mengenalnya (selain kuda, bagal, dan keledai). Hari ini, kita menyaksikan mobil, kereta, dan pesawat terbang sebagai bukti kebenaran ayat tersebut.
4. Kemukjizatan Sains (I’jaz Ilmi)
Masyarakat modern menaruh perhatian besar pada aspek ini. Al-Qur’an yang turun 14 abad silam ternyata memuat fakta-fakta ilmiah yang baru bisa kita buktikan dengan teknologi canggih abad ke-20. Anda bisa membaca detailnya dalam artikel kami tentang fakta ilmiah dalam Alquran.
a. Teori Big Bang dan Penciptaan Alam Semesta
Para ilmuwan baru merumuskan teori Dentuman Besar (Big Bang) pada abad ke-20. Namun, Al-Qur’an dalam Surah Al-Anbiya ayat 30 telah menyebutkan bahwa langit dan bumi dulunya adalah suatu yang padu, kemudian Allah memisahkan keduanya. Simak penjelasan lengkapnya pada bahasan teori Big Bang dalam Alquran.
b. Proses Kejadian Manusia (Embriologi)
Al-Qur’an menjelaskan tahapan perkembangan janin dalam rahim (Nutfah – ‘Alaqah – Mudghah) dengan sangat akurat. Hal ini bahkan membuat takjub Prof. Keith Moore, seorang ahli embriologi terkemuka dunia. Untuk ulasan mendalam, silakan baca artikel embriologi dalam Alquran.
c. Fungsi Gunung sebagai Pasak
Geologi modern menemukan bahwa gunung memiliki akar yang menancap jauh ke dalam bumi untuk menstabilkan kerak bumi, mirip fungsi pasak. Al-Qur’an telah menyebutkan fakta geologis ini dalam Surah An-Naba ayat 7. Pelajari lebih lanjut di artikel gunung sebagai pasak dalam Alquran.
Hikmah Meyakini Kemukjizatan Al-Qur’an
Mengetahui berbagai aspek kemukjizatan Al-Qur’an bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk mempertebal iman. Kita semakin yakin bahwa kitab ini bukanlah buatan manusia, melainkan murni wahyu dari Allah SWT yang terjaga keasliannya.
Kemukjizatan ini seharusnya memotivasi kita untuk tidak sekadar menjadikannya pajangan, tetapi berinteraksi dengannya setiap hari: membacanya, mentadabburinya, dan mengamalkannya. Al-Qur’an adalah solusi bagi permasalahan hidup manusia, baik di masa lalu, masa kini, maupun masa depan.
Bagi Anda yang ingin menghadirkan keberkahan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, memiliki mushaf yang layak dan nyaman dibaca adalah langkah awal yang penting. Gema Risalah Press hadir menyediakan berbagai pilihan mushaf berkualitas.
Kami melayani kebutuhan percetakan Alquran untuk wakaf, souvenir, instansi sekolah/universitas, hingga kebutuhan jamaah pengajian. Dengan pengalaman puluhan tahun, kami berkomitmen menjaga kualitas cetakan demi kenyamanan ibadah Anda.



Sangat baik. Mohon buku agama yang menarik dibaca, termasuk alquran, informasinya dikirim ke email saya. Terima kasih. Wassalam