Musabaqah tilawatil quran atau MTQ adalah acara festival yang dilakukan untuk pemuliaan kitab suci bagi penganut agama islam. MTQ diselenggarakan di berbagai tingkatan daerah hingga nasional. Di dalam ajang ini juga ada berbagai kategori yang dilombakan.

Definisi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ)

Musabaqah Tilawatil Quran

Musabaqah tilawatil quran adalah bidang lomba yang dilakukan dengan membaca al quran menggunakan bacaan mujawad. Dalam mengikuti perlombaan MTQ, para peserta harus membaca al quran menggunakan tajwid, seni (lagu dan suara), serta adab membaca yang baik dan benar.

MTQ sendiri diselenggarakan secara menyeluruh, mulai dari tingkat desa atau kelurahan, tingkat kecamatan, tingkat kabupaten, tingkat provinsi, dan juga tingkat nasional.

Sejarah Dimulainya MTQ Sejak 1940

Musabaqah Tilawatil Quran

MTQ telah ada sejak lama yakni tahun 1940 atau sejak berdirinya Jami’ayyatul Qurro wal Huffadz oleh NU. NU sendiri merupakan salah satu ormas terbesar yang ada di Indonesia. MTQ yang pertama dilakukan di kota Makassar yang diselenggarakan pada tahun 1968 di bulan ramadhan.

Selanjutnya, MTQ di selenggarakan di Banjarmasin yang diadakan pada tahun 1969. Berlanjut diadakan di kota Jakarta yang diadakan secara meriah.

Hingga saat ini, MTQ telah berlangsung berkali-kali dan diselenggarakan di berbagai daerah yang ada di Indonesia. Pada perlombaan MTQ tersebut, bukan hanya pembacaan al quran saja yang dilombakan, namun juga lomba pidato, cerdas cermat, kaligrafi, dan lain sebagainya.

Perlombaan MTQ telah banyak melahirkan tokoh qari dan qariah terbaik sesuai dengan kriteria penyenggara lomba. Berikut ini adalah daftar pembaca pria terbaik (Qari) sejak MTQ yang pertama pada tahun 1968 sampai tahun 2010 ke atas :

  • Tahun 1960-an
  • 1968 => Ada H. Abdul Syahdi yang berasal dari Jawa Barat
  • 1969 => Ada Abdul Hakim Muslim yang berasal dari Jawa Tengah
  • Tahun 1970-an

MTQ pada tahun ini melahirkan beberapa juara atau pembaca Qari pria terbaik, seperti yang berikut ini :

  • 1970 => Salafuddin dari Jawa Tengah
  • 1971 => Hasan Basri asal dari Sumatera Utara
  • 1971 => M. Imam Sibaweh dari Tegal Jawa Tengah
  • 1972 => M. Harun S. Roni dari Sumatera Selatan
  • 1973 => H. Rahmat Lubis yang berasal dari Sumatera Utara
  • 1974 => H. Shalahuddin Gazali dari Jawa Timur
  • 1975 => Nasrullah Djamaluddin dari Daerah Khusus Ibukota Jakarta
  • 1976 => M. Ali Yusni yang berasal dari Kalimantan Timur
  • 1977 => M. Hasanuddin Hasyim dari Aceh
  • 1979 => Nanang Qosyim Z.A yang berasal dari Sulawesi Utara
  • 1980 => H. Yunihar yang berasal dari Sumatera Barat
  • 1981 => H. Muammar Z. A yang berasal dari Daerah Khusus Ibukota Jakarta
  • 1982 => H. Hasan Basri dari Sulawesi Selatan
  • 1983 => Ramli Ahmad yang berasal dari Lampung
  • 1984 => H. Rafles dari Sumatera Barat
  • 1985 => DRs. H. Nasir Cidung yang berasal dari Nusa Tenggara Barat
  • 1988 => Syarifuddin M., B.A dari Sumatera Selatan
  • Tahun 1990-an
  • 1991 => Muarif Abbas, S.H dari Daerah Khusus Ibukota Jakarta
  • 1994 => M. Syahabuddin yang berasal dari Riau
  • 1997 => Abdul Raud yang berasal dari Sumatera Selatan
  • Tahun 2000-an
  • 2003 => H.Hamli Yunus yang berasal dari Aceh
  • 2006 => Abdurrahman
  • 2008 => H. Darwin Hasibuan yang berasal dari Sumut
  • Tahun 2010-an
  • 2010 => Abdul Azis Rumolat yang berasal dari Maluku
  • 2012 => H. Harmoko yang berasal dari Daerah Khusus Ibukota Jakarta
  • 2014 => Jakfar yang berasal dari Sumatera Utara
  • 2016 => Ihsan Nuzula M.Pd.I dari Sumatera Barat

Sedangkan daftar daftar pembaca wanita terbaik (Qariah) sejak MTQ yang pertama pada tahun 1968 sampai tahun 2010 ke atas, adalah sebagai berikut :

  • Tahun 1960-an
  • 1968 => Marwiyah Rafe’i yang berasal dari Sumatra Selatan
  • 1969 => Tidak ada pemenang
  • Tahun 1970-an
  • 1970 => Wardah Muhsin dari Kalimantai Barat
  • 1971 => Darmawati Tahir dari Sulawesi Selatan
  • 1972 => Wahdah Arsyad yang berasal dari Kalimantan Selatan
  • 1973 => Nurbaini Ramli dari Kalimantan Barat
  • 1974 => Nursiah Ismail dari Kalimantan Barat
  • 1975 => Hj. Darmawati dari Daerah Khusus Ibukota Jakarta
  • 1976 => Hj. Nursiah Ismail dari Kalimantan Barat
  • 1977 => Qusthaniyah dari Kalimantan Timur
  • 1979 => Hj. Sarini Adbullah dari Sulawesi Utara
  • Tahun 1980-an
  • 1981 => Sarini Abdullah dari Daerah Khusus Ibukota Jakarta
  • 1983 => Siti Aminah H. N. Ismail dari Jawa Barat
  • 1985 => Fatmawati Kasim dari Sulawesi Tengah
  • 1988 => Dahlia Achmad dari Sulawesi tengah
  • Tahun 1990-an
  • 1991 => Fadilah Umar dari Lampung
  • 1994 => Masniati Nur Aini A.S dari Sumatra Selatan
  • 1997 => Wildayati Nusril dari Sumatra Barat
  • Tahun 2000-an
  • 2000 => Hasna dari Sulawesi Selatan
  • 2003 => Hj. Jihadia Badar dari Maluku Utara
  • 2006 => Lilis Khalisah dari DKI Jakarta
  • 2008 => Hj. Afrisa dari Sumatra Barat
  • Tahun 2010-an
  • 2010 => Afriantinis dari kepulauan Riau
  • 2012 => Rahmawati Hunawa dari Daerah Khusus Ibukota Jakarta
  • 2014 => Nursiah dari kepulauan Riau
  • 2016 => Khoirunnisa’, S.Pd dari Nusa Tenggara Timur
  • 2018 Wardatun Nisa Hasan dari Papua Barat

Apa Saja Yang Dilombakan Dalam MTQ

Musabaqah Tilawatil Quran

Hingga sekarang, Musabaqah tilawatil Quran masih diselenggarakan serta melahirkan Qari dan qariah terbaik di Indonesia. Di dalamnya, ada beberapa cabang yang dilombakan, seperti yang berikut ini :

  • Seni baca al quran => Yang terdiri atas golongan tartil, tilawah, dan juga qiraat sab’ah
  • Hafalan al quran => Yang terdiri atas golongan 1 juz dan tilawah, 5 juz dan tilawah, 10 juz, 20 jus, dan juga 30 juz
  • Tafsir al quran => Terdiri dari golongan tafsir bahasa Arab, tafsir bahasa Indonesia, dan juga tafsir bahasa Inggris
  • Cabang seni kaligrafi => Terdiri dari golongan hiasan mushaf, naskah, kontemporer, dan dekorasi
  • Hafalan al hadis => Terdiri dari golongan hafalan 100 al hadis dengan sanadnya dan hafalan 500 al hadits tanpa sanad

Peserta MTQ sendiri bisa perorangan ataupun beregu sesuai dengan ketentuan lomba yang diselenggarakan.

Tujuan dan Manfaat dari Musabaqah Tilawatil Quran

Musabaqah Tilawatil Quran

Lantas apa tujuan diadakannya Musabaqah Tilawatil Quran di Indonesia? Tujuan dan manfaat adanya MTQ adalah untuk memelihara dan meningkatkan pengetahuan juga pemahaman serta penyebarluasan al quran dan al hadits. Tujuan lainnya adalah untuk menjadikan al quran dan al hadis sebagai spirit pembangunan nasional berdasarkan pendekatan agama.

Bagi Anda yang membutuhkan jasa percetakan alquran terbaik, maka Gema Risalah Press merupakan jawabannya. Kami menyediakan buku-buku islam dan juga al quran yang bisa dipesan dalam jumlah yang banyak sekalipun. Tidak perlu khawatir karena pemesanan bisa diproses dalam aktu cepat dan harga yang murah.

Leave a reply

Minimum 4 characters
Cart Item Removed. Undo
  • No products in the cart.