Wawasan Al-Qur'an

5 Keutamaan Membaca Al Quran untuk Kehidupan

Dalam hiruk-pikuk kehidupan dunia modern yang serba cepat dan melelahkan, jiwa manusia seringkali merasa gersang. Kita sibuk mencari ketenangan ke sana ke mari, mulai dari liburan mahal hingga hiburan maya, padahal obat tersebut letaknya sangat dekat. Obat itu tersimpan rapi di dalam lembaran-lembaran mushaf di rak rumah kita. Keutamaan membaca Alquran bukan sekadar janji kosong, melainkan sebuah jaminan pasti dari Allah SWT dan Rasul-Nya bagi siapa saja yang mau berinteraksi dengan kitab suci ini.

Al-Qur’an adalah mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW yang berfungsi sebagai mata air yang tak pernah kering. Ia berperan sebagai pedoman hidup (hudan), penyembuh luka batin (syifa), dan cahaya (nur) yang menerangi jalan gelap manusia. Sayangnya, masih banyak di antara kita yang belum menyadari betapa besarnya pahala dan manfaat di balik setiap huruf yang kita baca. Akibatnya, mushaf seringkali hanya berakhir menjadi pajangan di lemari, berdebu dan terabaikan.

Padahal, Allah SWT sangat mencintai hamba-Nya yang menyibukkan diri dengan Al-Qur’an. Melalui artikel ini, Gema Risalah mengajak Anda untuk menyelami kembali samudra hikmah dan keistimewaan berinteraksi dengan kalam Ilahi. Harapannya, semangat tilawah kita yang mungkin sempat redup dapat kembali membara.

Ragam Keutamaan Membaca Alquran yang Luar Biasa

Seorang muslimah khusyuk membaca Alquran di masjid untuk meraih ketenangan hati

Allah SWT dan Rasulullah SAW telah menjanjikan berbagai ganjaran istimewa bagi para pembaca Al-Qur’an. Kita tidak boleh melewatkan kesempatan emas ini begitu saja. Berikut adalah beberapa keutamaan utama yang patut kita renungkan:

1. Syafaat (Penolong) di Hari Kiamat

Hari kiamat adalah hari yang sangat berat, di mana tidak ada pertolongan kecuali atas izin Allah. Pada hari itu, manusia akan lari dari saudaranya, ibunya, dan bapaknya karena sibuk dengan urusan masing-masing. Namun, ada satu penolong setia yang akan datang mencari sahabatnya, yaitu Al-Qur’an. Dari Abu Umamah al-Bahili, Rasulullah SAW bersabda:

“Bacalah Al-Qur’an, maka sesungguhnya ia akan datang di hari kiamat memberi syafaat kepada pembacanya.” (HR. Muslim)

Hadis ini mengisyaratkan pesan kuat agar kita menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat karib di dunia. Jika kita sering menyapanya (membacanya) saat di dunia, maka ia pasti akan mengenali dan membela kita di hadapan Allah kelak.

2. Bersama Para Malaikat yang Mulia

Bagi Anda yang sudah mahir membaca dengan tajwid yang benar dan lancar, ada kedudukan khusus yang menanti Anda. Dari Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Orang yang membaca Al-Qur’an dan ia mahir membacanya, maka kelak ia akan bersama para malaikat yang mulia lagi taat kepada Allah.” (HR. Bukhari & Muslim)

Lantas, bagaimana dengan yang masih terbata-bata? Jangan berkecil hati. Rasulullah memberikan kabar gembira bahwa mereka yang kesulitan namun tetap berusaha keras, akan mendapatkan dua pahala: satu pahala untuk bacaannya dan satu pahala lagi atas kesungguhannya (mujahadah). Inilah pentingnya proses mengajarkan anak mengaji Alquran sejak dini atau belajar di masa tua tanpa rasa malu.

3. Mengangkat Derajat Manusia

Allah SWT memuliakan hamba-Nya bukan karena harta, jabatan, atau nasab keturunan, melainkan karena interaksinya dengan Al-Qur’an. Umar bin Khattab RA pernah meriwayatkan sabda Nabi SAW:

“Sesungguhnya Allah SWT akan mengangkat derajat suatu kaum dengan kitab ini (Al-Qur’an) dan dengannya pula Allah akan merendahkan kaum yang lain.” (HR. Muslim)

Kita bisa melihat bukti nyata di dunia saat ini. Perhatikanlah bagaimana masyarakat selalu menghormati para penghafal Al-Qur’an (Hafiz). Derajat mereka ditinggikan di mata manusia, dan insya Allah kedudukan mereka akan jauh lebih tinggi lagi di mata Allah.

4. Ketenangan Hati (Sakinah) dan Obat Jiwa

Di era di mana kesehatan mental menjadi isu besar dan stres melanda banyak orang, Al-Qur’an menawarkan terapi gratis dan ampuh. Allah berfirman dalam Surah Ar-Ra’d ayat 28: “Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” Membaca Al-Qur’an adalah bentuk dzikir terbaik.

Seseorang yang rutin membaca serta mentadabburi Al-Qur’an akan memperoleh ketenangan batin yang sulit dijelaskan oleh logika. Selain itu, para malaikat akan menaungi mereka dengan sayap-sayap rahmat, sehingga menjauhkan gangguan syetan yang membisikkan kecemasan.

5. Terhindar dari Penyakit Hati (Dengki)

Imam An-Nawawi dalam kitabnya menerangkan bahwa interaksi intens dengan Al-Qur’an dapat membersihkan hati dari sifat mazmumah (tercela) seperti iri dan dengki. Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak boleh iri (hasad) kecuali kepada dua orang: Seseorang yang Allah beri pemahaman Al-Qur’an lalu ia mengamalkannya siang dan malam, dan seseorang yang Allah beri harta lalu ia infakkan siang dan malam.” (Muttafaq ‘alaih)

Hadis ini menegaskan bahwa “iri” yang agama perbolehkan (ghibtah) hanyalah iri terhadap kesalehan seseorang, bukan iri terhadap kenikmatan duniawi.

Adab-Adab Utama Saat Membaca Al-Qur’an

Agar keutamaan di atas bisa kita raih dengan sempurna, kita harus memperhatikan etika (adab) saat berinteraksi dengan Kalamullah. Jangan samakan membaca Al-Qur’an dengan membaca koran. Berikut beberapa adab penting:

  • Bersuci (Wudhu): Meskipun sebagian ulama membolehkan membaca tanpa wudhu (selama tidak menyentuh mushaf), namun kondisi suci jauh lebih utama dan bentuk penghormatan tertinggi.
  • Menghadap Kiblat: Duduklah dengan sopan menghadap kiblat, sebagaimana posisi shalat, untuk menambah kekhusyukan.
  • Membaca dengan Tartil: Hindari membaca terlalu cepat (tergesa-gesa) hingga merusak tajwid. Allah memerintahkan kita membaca dengan perlahan dan jelas (tartil).
  • Mentadabburi Makna: Usahakan membaca terjemahan atau tafsirnya. Al-Qur’an turun untuk kita pahami isinya, bukan sekadar kita bunyikan hurufnya.

Waktu-Waktu Terbaik untuk Membaca Alquran

Pria muslim membaca Quran di sepertiga malam untuk meraih keutamaan

Meskipun membaca Al-Qur’an bisa kita lakukan kapan saja, para ulama seperti Imam An-Nawawi dalam Kitab Al-Adzkar menganjurkan beberapa waktu istimewa (primetime) agar pahala yang kita raih lebih optimal:

Di Dalam Shalat dan Sepertiga Malam

Membaca Al-Qur’an di dalam shalat memiliki nilai yang lebih utama daripada di luar shalat. Selain itu, waktu malam, terutama sepertiga malam terakhir setelah shalat Tahajud, adalah waktu yang sangat mustajab. Suasana yang hening dan sunyi membuat hati lebih mudah meresapi makna ayat. Allah memuji mereka yang membaca ayat-Nya di malam hari dalam Surah Ali Imran ayat 113.

Setelah Shalat Subuh

Waktu fajar adalah waktu pergantian tugas malaikat malam dan siang. Bacaan Al-Qur’an di waktu fajar disaksikan langsung oleh para malaikat (Surah Al-Isra: 78). Ini adalah waktu terbaik untuk memulai hari dengan energi positif sebelum disibukkan oleh urusan dunia.

Hari Jumat

Dalam kitab Bidayatul Hidayah, Imam Al Ghazali berpesan kepada umat Islam untuk memperbanyak amal di hari Jumat, sang rajanya hari (Sayyidul Ayyam). Khususnya membaca Surah Al-Kahfi yang memiliki keutamaan menerangi pembacanya dengan cahaya di antara dua Jumat.

Tips Istiqomah dan Rekomendasi Mushaf Penunjang

Koleksi Alquran Gema Risalah untuk berbagai kebutuhan umat

Seringkali semangat membaca Al-Qur’an naik turun (futur). Kadang rajin, kadang malas. Untuk menjaga konsistensi, Gema Risalah menghadirkan solusi melalui produk-produk inovatif yang sesuai dengan gaya hidup Anda:

  • Sering Bepergian? Jangan jadikan kesibukan atau mobilitas sebagai alasan. Gunakan Al-Qur’an Saku Al-Busyro. Ukurannya yang mungil (A6) dan menggunakan resleting (zipper) membuatnya aman Anda masukkan ke dalam tas kerja atau saku. Mushaf ini siap menemani Anda saat macet atau menunggu antrian.
  • Mata Cepat Lelah? Untuk orang tua atau Anda yang membutuhkan kenyamanan visual ekstra, Al-Qur’an Terjemah Jumbo Al-Walidayn hadir dengan font berukuran besar yang jelas. Dengan mushaf ini, Anda bisa tilawah lebih lama tanpa merasa pusing atau lelah mata.

Mengetahui alasan diturunkannya Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia seharusnya memotivasi kita untuk tidak sekadar menjadikannya pajangan. Mari kita hidupkan rumah-rumah kita dengan lantunan ayat suci, bukan dengan kebisingan yang melalaikan.

Bagi Anda yang ingin berbagi kebaikan dengan mewakafkan Al-Qur’an ke masjid atau pesantren di pelosok, Gema Risalah siap membantu penyalurannya. Silakan hubungi kami atau datang langsung ke galeri kami di Jl. Rancabentang No.97, Cimahi. Jadikan setiap harta yang kita keluarkan sebagai investasi akhirat yang pahalanya terus mengalir. Pelajari lebih lanjut tentang keutamaan ini di artikel 10 Manfaat Wakaf Al-Quran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *